nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipecat Jadi Karyawan, Pria Ini Tekuni Bisnis Sabu

Arsan Mailanto, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 23:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 02 340 1854064 dipecat-jadi-karyawan-pria-ini-tekuni-bisnis-sabu-1HE4qeE8Qy.jpg Bandar Sabu di Bangka Belitung Berinisial DF (foto: Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Jajaran Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Bangka Belitung (Babel) berhasil meringkus pelaku bandar narkoba berinisial DF (30) di Desa Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

Pelaku sudah lama menjadi target dan ditangkap Kamis 1 Februari 2018 di Kabupaten Bangka Selatan. DF diduga merupakan bandar narkoba, ketika akan ditangkap pelaku sempat memberikan perlawanan. Dengan sigap petugas dan bala bantuan dari masyarakat sekitar, akhirnya pelaku berhasil diamankan.

(Baca Juga: Pensiunan ESDM Kepergok Pesta Sabu)

Pria bertubuh kekar tersebut menekuni bisnis haram tersebut, pasca dipecat dari tempat kerjanya tiga bulan lalu.

Penangkapan Bandar Sabu di Bangka Belitung (foto: Arsan/Okezone)

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Babel, Kombes Pol Suhirman mengatakan pada saat ditangkap DF sempat memberikan perlawanan. Namun, alhamdulillah semua bisa diatasi dengan baik.

"Tersangka (DF-red) bandar narkoba, sempat melawan ketika akan ditangkap, tetapi dengan kerjasama yang baik antara petugas kepolisian dan masyarakat akhirnya berhasil diringkus," ujarnya di Gedung Ditresnarkoba Polda Babel, Jumat (2/2/2018).

Dari tangan bandar narkoba, kata Suhirman, disita barang bukti (BB) berupa paket narkoba diduga jenis sabu-sabu sebanyak 11 bungkus, dua pisau, satu golok, lima handphone dan satu gepok uang hasil penjualan narkoba.

Pelaku tiba di Mapolda Bangka Belitung dengan kedua tangan terborgol dan pengawalan ketat petugas yang bersenjata lengkap.

(Baca Juga: Polisi Tangkap Bandar Ganja di Kalangan Pelajar)

Tak hanya itu, dia menambahkan kawasan Desa Sukadamai, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan diduga merupakan daerah yang rawan peredaran gelap akan barang haram.

"Iya, kini pelaku langsung dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Babel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Suhirman.

Sementara itu, DF mengaku terpaksa jual barang haram sabu-sabu lantaran tak punya perkerjaan lain. "Selama empat bulan ini tidak kerja, karena dipecat perusahaan. Sejak itu dikeluarkan dari perusahaan, saya bisnis jual sabu-sabu dan uang hasilnya buat makan sehari-hari," akunya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini