nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penganiaya Guru hingga Tewas di Sampang Masih Bisa Ikut Ujian Nasional

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 21:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 02 519 1854047 penganiaya-guru-hingga-tewas-di-sampang-masih-bisa-ikut-ujian-nasional-lAeiE661SS.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

SURABAYA - MH, murid pelaku penganiayaan guru hingga meninggal dipastikan masih bisa mengikuti ujian nasional (UN) April 2018 mendatang. Namun demikan proses hukum atas insiden tersebut tetap harus diusut tuntas oleh pihak Kepolsian. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rahman menyatakan, yang bersangkutan telah tercatat dalam data base kementerian pendidikan untuk ikut dalam ujian nasional.

"Siswa ini masih status siswa karena mendekati ujian. anak ini sudha terdaftar di data pendidikan nasional untuk ikut ujian nasional. kita berharap anak ini tetap bisa ikut ujian," kata Saiful, Jumat (2/1/2018).

 (Baca: Prihatin Guru Tewas Dipukul Murid, Gus Ipul Minta Dinas Pendidikan Berbenah)

Namun demikian, kata Saiful, meski yang bersangkutan mengikuti ujian, namun pihaknya tidak bisa menjamin terkait kelulusan. Karena dalam penentuan kelulusan menjadi kewenangan pihak sekolah. Termasuk dalam pertimbangan etika dan perilaku anak, tentunya bisa menjadi pertimbangan sekolah. "Sekarang penentuan ujian kelulusan tidak ditentukan oleh UN tapi kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah hak menentukan kelulusan adalah dewan guru," jelasnya.

Bisa jadi, perilaku sehari-hari dalam sekolah juga menjadi pertimbangan. Jika anak tersebut pintar dalam hak akademis namun memiliki perilaku yang jelek, bisa juga tidak lulus.

Kejadian kekerasan murid menimpa guru Seni Rupa SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Guru yang menjadi korban itu bernama Ahmad Budi Cahyono, dan meninggal dunia. Sebelumnya, almarhum mengalami tindak kekerasan dari seorang murid, berinisial MH.

 (Baca juga: Guru Tewas Dianiaya Siswa, PGRI: Tersangka Jangan Sampai Lepas!)

Insiden berawal di ruang Kelas XI SMA Negeri 1 Torjun, Kamis 1 Februari 2018 kemarin. Budi mengajar mata pelajaran Seni Rupa sekira pukul 13.00 WIB. Versi cerita yang beredar di media, siswa MH disebut-sebut tidak fokus memperhatikan materi pelajaran yang diajarkan. Kemudian guru Ahmad Budi Cahyono menegur siswa itu. Sedangkan siang tadi, jenazah Budi Cahyono sudah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini