nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Presiden Jokowi: Perguruan Tinggi Harus Inovatif

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 02 65 1853870 hadapi-revolusi-industri-4-0-presiden-jokowi-perguruan-tinggi-harus-inovatif-D2SbLfesog.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

DEPOK - Revolusi industri 4.0 mulai berlangsung. Tentunya hal ini harus diantisipasi secara serius. Perubahan zaman di berbagai sektor, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembang semakin cepat.

Menanggapi hal itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengimbau agar agenda penelitian, kurikulum, metode pendidikan, cara organisasi, kompetensi SDM juga harus mengalami perubahan.

"Inovasi adalah kunci dalam merespon perubahan zaman. Untuk itu cara kerja perguruan tinggi harus inovatif dengan mengembangkan cara-cara baru. Tidak ada pilihan lain jika kita ingin Indonesia maju, kita harus melakukan perubahan. Perubahan pola pikir, cara kerja, model organisasi, produktivitas, disiplin nasional, inovasi. Semua harus berubah," ucap Presiden Joko Widodo pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68, di Balairung UI, Depok Jumat (2/2/2018).

Ia menambahkan keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan. Untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan fasilitas pendukung kampus untuk mendorong inovasi.

"Perguruan tinggi dapat menyediakan semacam co working space dan creative hub agar inovasi dan kreasi baru bisa dibiayai dan diapresiasi. Selain itu, para inovator perlu dijejaringkan serta produk riset dipublikasikan dan dihilirkan," ujarnya.

Presiden mengharapkan pendidikan tinggi dapat menjadi penopang ekosistem nasional dalam menanggapi perubahan revolusi industri 4.0. Presiden meyakini pendidikan tinggi merupakan organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi.

"Pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling responsif dan fleksibel dalam menanggapi perubahan zaman. Saya yakin SDM pendidikan tinggi adalah SDM paling terbuka dan antisipatif menatap masa depan," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden didampingi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Forum Kebangsaan UI. Rektor UI Muhamad Anis mengatakan forum ini merupakan wadah yang beranggotakan para akademisi, ahli kepakaran serta guru-guru besar UI yang di dalamnya akan membahas isu-isu strategis bangsa.

"Diharapkan dengan adanya forum ini para ahli, akademisi, masyarakat khususnya civitas akademika UI dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata pada penyelesaian permasalahan bangsa di berbagai bidang seperti politik, hankam, energi, daya saing, dan kebangsaan," tutur Anis.

Hadir dalam acara tersebut Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan beberapa menteri kabinet kerja alumnus UI seperti Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomiam Darmin Nasution, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini