Polisi Dalami Motif Kekerasan pada Bocah yang Viral di Facebook

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 04 338 1854600 polisi-dalami-motif-kekerasan-pada-bocah-yang-viral-di-facebook-SCF6IQeFtQ.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

‎JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih mendalami motif di balik penganiayaan terhadap B, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Aksi kekerasan ini terungkap lewat video viral di media sosial (medsos) Facebook.

Dalam kasus ini, ‎polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap siswa yang masih duduk di sekolah dasar (SD) itu. Ketiganya; ibu kandung B, berinisial SP (41); ibu asuh B, LS alias Bunda (45); dan teman ibu korban, MR (43).

Kepala Unit IV Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James mengatakan, penganiayaan dilakukan oleh LS saat B dititipkan di kediamannya di Cileungsi, Jawa Barat.

 (Baca: Bocah Korban Kekerasan yang Viral di Facebook Alami Trauma)

Saat ini, penyidik tengah mendalami latar belakang LS dalam melakukan penganiayaan bocah tak berdosa itu. "Ini masih kita dalami juga, apa sih motifnya dia, kenapa sampai melakukan penganiayaan," kata James di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018).

LS diketahui melakukan pemukulan terhadap B. Tak hanya itu, perempuan paruh baya ini juga menyiramkan air panas ke seluruh tubuh korban. "Kalau sekilas dari keterangan tersangka, karena bukan anaknya dia, dan dititipkan pula," ungkapnya.

James menambahkan, ‎B dititipkan sejak usia tiga bulan hingga berumur 8 tahun kepada sang nenek. Menurut James, ibu kandung korban mendapat informasi bahwa sang anak tak pernah diurus oleh neneknya.

SP pun meminta seorang temannya berinisial MR (43), untuk mengambil paksa B di Kuningan, Jawa Barat. Pasalnya, SP ingin menitipkan B kepada LS alias Bunda (45).

 (Baca juga: Viral di Facebook, Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Anak)

Alasan SP menitipkan B kepada LS, karena tengah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Manado. Sehingga, LS pun membawa B di rumahnya di kawasan Cileungsi, Jawa Barat. "Selama pengasuhan LS itulah korban B mengalami kekerasan fisik, seperti dicubit, dipukul, bahkan disiram air panas," tutur James.

James menegaskan, bahwa sang ibu juga mendapatkan informasi tentang penganiayaan kepada anak kandungnya tersebut. Namun, sang ibu tak pernah mempedulikannya.

"Banyak informasi ke SP bahwa korban B dianiaya LS pada saat dalam pengasuhan LS. Sebagai seorang ibu, (karena itu) dia seharusnya mempedulikan hal itu," imbuhnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini