nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Driver Ojok & Pelajar Nekat Menjambret Hingga Korban Terjatuh Derita Patah Tulang

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 02:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 04 340 1854412 driver-ojok-pelajar-nekat-menjambret-hingga-korban-terjatuh-derita-patah-tulang-8iOab6N0O6.jpg Pelaku penjambretan (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Dua pelaku penjambretan di Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak Barat, Kalimantan Barat, yang membuat dua korbannya mengalami luka serius dan patah tangan, berhasil ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, Jumat (2/2/2018) malam.

Kedua pelaku jambret adalah SM (18), anak putus sekolah sejak duduk di bangku kelas 3 SMU dan RD (17), masih aktif sebagai pelajar kelas 3 SMK serta berprofesi sebagai driver ojek online (ojol). Keduanya merupakan warga Jalan H Rais A Rahman, Kecamatan Pontianak Kota.

 Tak hanya itu, polisi juga mengamankan penadah barang curian diantaranya FR (48) warga Jalan H Rais A Rahman dan MW (17) warga Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan. Keduanya merupakan bapak dan anak.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, penangkapan ini berdasarkan laporan dari orangtua korban, Rajimin, warga Kelurahan Bansir Darat, Pontianak Selatan.

Dalam laporannya, Adhiyacsa Pratama dan Ernawati, kedua sepupu yang masing-masing berusia 13 dan 14 tahun ini terlibat tabrakan dengan pengendara lain ketika mereka berusaha mengejar pelaku yang menjambretnya, di Jalan Tabrani Ahmad, tak jauh dari pertigaan Jalan Karet, Pontianak Barat, Jumat (19/1/2018) sekitar pukul 23.50 Wib.

Akibat kecelakaan itu, Adhiyacsa yang merupakan warga Jalan Paris 2, Komplek Mitra Indah Utama 4, Pontianak Selatan itu, mengalami luka serius. "Kedua tangan Adhiyacsa patah. Wajahnya lecet," ujar Husni kepada sejumlah wartawan, Sabtu (3/2/2018).

Sedangkan Ernawati, warga Jalan HM Suwignyo, Gang Sudiharjo 4, Pontianak Kota, mengalami luka parah di kepala bagian belakang. Juga di telinga dan hidungnya. Mereka kemudian dirawat di RSUD Sultan Syarif Muhammad Al-Kadrie.

Hasil pemeriksaan saat itu terhadap sejumlah saksi, lanjut Husni menerangkan, diketahui bahwa Adhiyacsa yang membonceng Ernawati dengan sepeda motor Honda Supra KB 4448 QQ. Dalam pengejaran itu, Ernawati berdiri sambil berteriak. "Tepat di depan Gang Toyiba, motor korban ditendang pelaku penjambretan sehingga oleng. Akhirnya, Adhiyacsa tak bisa mengendalikan motor dan menabrak sepeda motor Suzuki Satria F bernopol KB 2118 OY yang searah dengan mereka," jelas Husni.

Sedangkan pelaku jambret yang sekilas terlihat mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah tanpa menggunakan nomor polisi itu, langsung hilang jejak. "Alhamdulillah, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, para pelaku berhasil kita amankan kemarin. Yang satu putus sekolah, satunya lagi masih sekolah dan sebagai driver ojol," kata Husni.

Penyelidikan, lanjut Husni menjelaskan, bermula dari pelacakan keberadaan handphone (HP) Oppo milik korban yang dirampas pelaku. Jumat malam kemarin, sekira pukul 20.00 Wib, anggota Jatanras mendapatkan informasi terhadap posisi HP korban. Kemudian anggota Jatanras mengumpan dan mengamankan FR yang menguasai HP korban. "Pengakuan FR, dia beli HP itu dari anaknya, MW seharga Rp850 ribu," tutur Husni.

Kemudian, MW juga diamankan. Dia mengaku HP itu didapat dari temannya, SM dan RD, tak lain pelaku penjambretan. "Setelah ada titik terang, Kanit Jatanras dan beberapa anggota langsung menuju rumah SM dan RD. Keduanya langsung diamankan tanpa perlawanan," ujar Husni.

Keempat pelaku beserta barang bukti HP curian dan sepeda motor Honda Scoopy bernopol KB 3911 OM sebagai sarana kejahatan langsung digiring ke Polresta Pontianak. "Setelah diinterogasi mereka mengakui memang melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut terhadap korban," terang Husni.

Bahkan, SM dan RD juga mengakui telah melakukan kejahatan serupa di Jalan Jenderal Urip. Barang buktinya, HP Samsung J7. Saat ini, keempat pelaku masih diperiksa di Polresta Pontianak. "Dua pelaku jambret atau curas dijerat Pasal 365 KUHP. Sedangka dua anak bapak yang menerima barang curian itu dijerat Pasal 480 KUHP," pungkas Husni.

(muf)

Berita Terkait

Penjambretan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini