nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampus Asing Dapat "Membunuh" Perguruan Tinggi di Tanah Air

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 06 65 1855208 kampus-asing-dapat-membunuh-perguruan-tinggi-di-tanah-air-HYyrmmc6WF.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sejak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) membuka peluang terkait peluang operasional perguruan tinggi asing di Tanah Air pekan lalu, gemuruh penolakan terus berlanjut.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko menilai izin penyelenggaraan perguruan tinggi asing di Tanah Air tidak tepat karena akan mengancam keberadaan perguruan tinggi yang sudah ada.

"Kami sepakat tidak menerima, karena bisa 'membunuh' perguruan tinggi yang sudah ada," ujar Budi Djatmiko.

Bahkan pihaknya akan menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah, jika pemerintah terus melanjutkan rencana memberi izin perguruan tinggi asing (PTA) tanpa memberikan kesempatan perbaikan optimal terhadap PTS.

Menurut Budi, izin operasional kampus asing tidak tepat karena setiap tahun, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi setiap tahunnya hanya sekitar 30,1 persen sehingga tidak naik-naik.

"Jika perguruan tinggi asing diizinkan, tentu akan berebut padahal APK kita setiap tahun cuma segitunya. Saya kira ini kebijakan yang ngawur atau tidak tepat," tambah dia.

Menurut dia, yang harus dibenahi adalah perekonomian Indonesia agar APK pendidikan tinggi semakin meningkat setiap tahunnya. Meskipun sebenarnya segmennya berbeda, yakni mahasiswa dari kalangan menengah atas.

"Orang kuliah ke luar negeri, tujuannya bukan hanya perguruan tingginya saja. Tetapi ingin merasakan pengalaman di luar negeri, jadi bukan semata-mata tujuannya untuk kuliah di perguruan tinggi itu," jelas mantan Rektor Universitas Pasundan itu.

Budi juga mengaku khawatir jika perguruan tinggi asing diperbolehkan beroperasi, maka perguruan tinggi tingkat atas akan memangsa pasar perguruan tinggi menengah, perguruan tinggi menengah akan memangsa pasar perguruan tinggi kecil.

"Perguruan tinggi kecil yang menjadi korban, karena akan kehilangan pasar." Kecuali jika perguruan tinggi asing itu memang diperuntukkan bagi warga negara asing yang ingin menuntut ilmu di Tanah Air bukan untuk mengambil pasar perguruan tinggi yang sudah ada.

"Menurut saya, sebaiknya pemerintah fokus pembenahan kualitas perguruan tinggi negeri (PTN). Kasih bantuan sebanyak-banyaknya untuk riset. Biarkan perguruan tinggi swasta (PTS) mencari uang sendiri dengan diperbolehkan menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya. Tentunya tanpa mengorbankan kualitas," cetus dia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini