Image

Unhan dan IKAHAN Gelar Seminar Internasional Diplomasi Pertahanan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 21:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 07 65 1856311 unhan-dan-ikahan-gelar-seminar-internasional-diplomasi-pertahanan-UBwfcK1U2R.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Universitas Pertahanan (Unhan) bersama Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) menyelenggarakan seminar Internasional bertema “Defence Diplomacy: Confidence Building and Practical Responses” pada Selasa 6 Februari 2018.

Seminar berlangsung di Hotel Four Season tersebut dihadiri para pejabat dari Lemhannas, Kemhan, Mabes TNI dan ketiga Mabes Angkatan, pakar dan akademisi dari Australia National University (ANU), Sesko TNI dan Sesko ketiga angkatan, pengamat militer, think-tank, serta para dosen dan mahasiwa Unhan yang mencapai lebih dari 200 peserta.

Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) DR. I Wayan Midhio, M.Phil. Dalam kegiatan tersebut, Mayjen TNI (Mar) (Purn) DR. Syaiful Anwar, M.Bus (Dosen Fakultas Strategi Pertahanan) dan Kol Sus DR. Rudy A.G. Gultom, M.Sc (Sekretaris Program Studi Teknologi Penginderaan, Fakultas Teknologi Pertahanan), menjadi pembicara.

Masing-masing menyampaikan makalah berjudul “Defence Diplomay-Indonesian Priorities and Objectives” dan Case Study-Protecting National Critical Infrastructure, How Ready We Are?”. Sementara dua pembicara dari Australia adalah DR. Greg Raymod, Ph.D, M.A., B.Sc. Dip.Ed dari ANU dan Maj. Michael Cook dari Royal Australian Army (RAA), dengan makalah berjudul “Defence Diplomacy-Australian Priorities and Objectives” dan “Case Study-Defence Diplomacy in online Environments”.

Seminar kali ini membahas berbagai permasalahan yang muncul selama ini terkait kepentingan nasional Indonesia dan Australia yang pada tataran tertentu perlu dinegosiasikan. Kepentingan nasional kedua negara di kawasan regional dan global juga mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Australia sehingga mekanisme diplomasi pertahanan menjadi salah satu instrumen yang patut ditingkatkan.

Diplomasi pertahanan yang menjadi domain militer kedua negara dapat menjadi tulang punggung penyelesaian masalah yang selama ini muncul ke permukaan melalui identifikasi dan analisa masing-masing prioritas kebijakan dan politik luar negeri. Melalui seminar ini diharapkan kerjasama antara kedua militer dapat berjalan dengan lebih baik lagi di masa mendatang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini