nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sungai Citarum Siaga I, Rumah Warga di Muaragembong Bekasi Kebanjiran

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 01:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 08 338 1856360 sungai-citarum-siaga-i-rumah-warga-di-muaragembong-bekasi-kebanjiran-vXimDl38FB.jpg Banjir di Muaragembong, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang diberikan pihak Tagana Kabupaten Bekasi, titik banjir terparah terjadi di Kecamatan Muaragembong, tepatnya di Desa Pantai Bahagia, Harapan Jaya.

Tepat pukul 22.45 WIB, ketinggian air sudah mencapai 120 sentimeter (cm), sehingga status dinaikkan menjadi siaga I. Meluapnya Sungai Citarum menyebabkan tanggul tidak kuat lagi menahan debit air. Akibatnya, air mulai meluap dan membanjiri permukiman warga di RT 04 RW 01 Kampung Solokan Kendal, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong.

"Saat ini air sudah sampai batas ketinggian tanggul di sepanjang aliran sungai. Bahkan sudah ada beberapa yang mulai jebol dan meluap ke rumah-rumah warga. Kondisi saat ini Siaga I Sungai Citarum," kata petugas Tagana Kabupaten Bekasi Saiful Irohman kepada Okezone, Kamis (8/2/2018) dini hari.

(Baca: Tujuh Permukiman di Bekasi Banjir, Puluhan Warga Diungsikan)

Guna mengantisipasi banjir yang semakin parah, warga kemudian mengisi beberapa karung dengan tanah, dan ditempatkan di posisi tanggul yang rawan jebol. "Tapi saat ini warga sudah kehabisan karung, padahal masih banyak area yang harus diberikan karung," ujarnya.

Sementara itu, banjir yang tidak kalah parah juga terjadi di Vila Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya. Air yang membanjiri rumah warga mencapai ketinggian 120 cm.

"Ada tiga blok yang mengalami banjir terparah yaitu blok GG, VV, dan L dengan terdampak 480 jiwa dan yang mengungsi 60 jiwa," ungkap koordinator Tagana Kabupaten Bekasi Karyo.

Sebelumnya, posko pengungsian warga yang ditempatkan di Masjid Anrayan dipindah ke Kantor Desa Sukajadi. Posko pengungsian juga menyediakan dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi.

"Sudah tiga hari warga berada di pengungsian. Tapi sejak pukul 19.00 WIB tadi, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing," paparnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini