nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Warga Tertipu Puluhan Juta oleh Pria yang Ngaku Polisi

Abimayu, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 14:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 08 340 1856574 dua-warga-tertipu-puluhan-juta-oleh-pria-yang-ngaku-polisi-IPPyk7Uwbi.jpg foto: Illustrasi Okezone

MERANGIN - Aksi penipuan yang mengendalikan korbannya melalui telepon kembali terjadi di Merangin. Sri Hayati tertipu di bilik mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Tak hanya Sri, kejadian serupa juga menimpa Mariatis (56), warga Sungai Ulak, Kecamatan Nalotantan. Korban yang juga ASN ini kehilangan uang Rp16 juta.

Informasi yang didapat, korban mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Hadi Wibowo, sebagai anggota Polres Merangin.

Korban yang memang merasa kenal dengan nama tersebut menanyakan maksud dan tujuannya menelpon. Lalu pelaku menawarkan kepada korban mobil lelang yang berada di kota Jambi dengan setengah harga showroom.

Korban yang tertarik dengan tawaran tersebut, korban menanyakan mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam dengan harga Rp110 juta. Lalu korban diminta mengirim uang 10 persen dari harga mobil tersebut, beserta uang untuk pengiriman Rp5 juta.

Tanpa rasa curiga, korban langsung mengirim uang Rp16 juta melalui bilik ATM. Lalu sekira pukul 17.00 WIB, pelaku kembali menelpon korban, mengatakan mobil yang dibawanya tertangkap di Sarolangun. Dan pelaku kembali meminta uang Rp 5 juta untuk dilepaskan dan dibuatkan surat jalan.

Kapolres Merangin, AKBP Kade Utama, melalui Paur Humas Polres, Ipda Sitorus membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan korban melapor ke Polres Merangin sekira pukul 19.30 WIB.

Sitorus melanjutkan berdasarkan keterangan korban, bahwa Ia baru sadar ditipu pada saat pelaku menelpon terakhir yang minta uang Rp5 juta untuk pelepasan mobil karena ditangkap di Sarolangun.

"Karena curiga Pelapor menghubungi saudara Hadi Wibowo yang memang anggota Polres. Dan Hadi menerangkan bahwa sedang berada di rumah. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebanyak Rp16 juta," kata Paur Humas.

"Terkait kasus ini kita masih melakukan penyidikan. Kita berharap warga perlu waspada dan teliti, jika ada orang yang menawarkan sesuatu melalui telepon, apa lagi sampai meminta kirim uang. Sebab banyak modus pelaku kejahatan saat ini," tuntasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini