Image

Polisi Bongkar Sindikat Order Fiktif Taksi Online Berpenghasilan Besar

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 08 519 1856353 polisi-bongkar-sindikat-order-fiktif-taksi-online-berpenghasilan-besar-ICt3cLhbII.jpg Ilustrasi taksi online. (Foto: Shutterstock)

SURABAYA – Sindikat pembobol transaksi elektronik taksi berbasis aplikasi online yang beroperasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, dibongkar Tim Cyber Crime Satreskrim Polrestabes setempat.

Dalam kasus tersebut polisi menangkap tiga tersangka yang masing-masing berinisial LC (32), LAA (22), dan MV (23). Modus yang dilancarkan para tersangka dengan memakai aplikasi fiktif.

Dari kejahatan itu, sindikat ini meraup penghasilan jutaan rupiah setiap harinya. Kini para tersangka dijebloskan ke tahanan Polrestabes Surabaya.

"Terungkapnya kasus tersebut berawal laporan dari pihak aplikasi taksi yang dirugikan," terang Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Rabu 7 Februari 2018.

(Baca: Sopir Taksi Online Minta Jokowi Batalkan Permenhub 108)

Ada beberapa akun yang sangat sering membatalkan order penumpang. Kemudian Tim Cyber Crime melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap ketiga tersangka.

Pelaku utama adalah LAA. Tersangka ini sangat paham tentang teknis teknologi informasi (TI) dan pemberian bonus kepada pengemudi atau mitra di aplikasi. Sebab, pelaku pernah bekerja di operator tersebut.

"Dia merekrut dua orang sebagai tim. Dia membeli puluhan handphone milik akun driver Grab. Mereka beraksi dalam satu mobil dengan bagi tugas," ungkapnya.

Dua bertugas menjalankan aplikasi pengemudi dan satu orang bertugas mengendalikan akun penumpang yang mengorder fiktif. Mereka melakukan aksinya berpindah-pindah lokasi di dalam mobil.

"Jadi seolah di kawasan tertentu sesuai order aplikasi. Pelaku tidak daftar, tetapi membeli akun milik driver Grab. Akun itu dijalankan sebagai akun driver dengan melakukan order fiktif memakai HP lain," ucapnya.

Hal ini dilakukan agar mencapai target minimal sehari empat perjalanan. Tersangka membidik bonus dari perusahaan. Adapun bonusnya berkisar Rp90 ribu sampai Rp100 ribu setiap empat kali ambil order.

"Kelompok ini mendapat penghasilan Rp3,6 juta per hari yang langsung ditransfer ke ATM CIMB Niaga oleh aplikator," tukasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini