nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ciptakan Balsem dari Kulit Bawang, Mahasiswa Unhas Sabet Medali Emas di Thailand

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 08 65 1856500 ciptakan-balsem-dari-kulit-bawang-mahasiswa-unhas-sabet-medali-emas-di-thailand-21ygo2E8aq.jpg Foto: Shutterstock

MAKASSAR - Mahasiswa Fakultas Farmasi dan Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional dalam ajang 2018 Bangkok International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2018) di Bangkok, Thailand, 1-6 Februari 2018.

Dalam lomba yang digelar Dewan Riset Nasional Thailand atau The National Research Council of Thailand (NRCT) ini, tim mahasiswa Farmasi meraih satu medali emas dan satu medali gold Special Awards dari China.

"Sementara tim mahasiswa kedokteran mendapatkan satu medali emas," kata Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman di Makassar, baru-baru ini.

Kompetisi internasional ini dihadiri para peneliti dari 24 negara di dunia, di antaranya Jerman, Korea, Polandia, Malaysia, Sri Langka, Indonesia, dan lainnya.

Salah satu peserta lomba dari tim Fakultas Farmasi, Risdayanti mengatakan bahwa tim dari Unhas sangat antusias menghadiri lomba internasional tersebut. Sebab selain mewakili Unhas, mereka juga mewakili Indonesia untuk mengharumkan nama negara.

"Saat mengikuti lomba, kami sangat bersemangat untuk mewakili Indonesia dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik," jelasnya.

"Kami sempat sedikit pesimis takut tidak bisa membawa pulang medali karena sangat banyak negara yang mewakili event ini. Tapi Alhamdulillah, kami tidak pernah menyerah sehingga tidak disangka kami mendapatkan dua medali (gold) mewakili Farmasi Unhas," lanjut Risdayanti.

Risda menjelaskan, untuk mendapatkan medali emas tersebut timnya harus mempersentasikan inovasi hasil penelitiannya di depan para juri yang secara bergantian mendatangi masing-masing booth para peserta lomba dan hasilnya, tim dari Unhas membawa pulang tiga medali emas.

"Saya percaya bahwa kita tidak tahu di usaha keberapa kita akan berhasil, entah di usaha ke-1 ataupun ke-101. Yang penting jangan pernah menyerah, dan banggalah menjadi anak indonesia," kata Risda.

Mahasiswa angkatan 2015 ini juga berharap, "Semoga lebih banyak mahasiswa Unhas yang bisa mewakili Indonesia di ajang inventors seperti ini, sehingga bisa menularkan energi positif," ujarnya.

Sebelumnya, Unhas telah memberangkatkan dua tim ke ajang internasional tersebut pada 31 Januari lalu. Tim Fakultas Farmasi terdiri atas Tri puspita Roska, Syahidah, Risdayanti, Jasmine Istigfarina. Sedangkan tim Fakultas Kedokteran yakni Ummu Aiman, Husnul Khatimah, Muh Ariiq Saifullah serta Ardiyah Nurul Fitri Marzaman.

Kedua tim itu masing-masing memiliki hasil inovasi yang bisa dipamerkan di lomba internasional tersebut. Dari tim Farmasi sendiri membawakan inovasi hasil risetnya berupa semprotan mikroemulsi captox.

Produk ini dapat berfungsi sebagai anti rayap (anti-termes) alami yang dapat membunuh rayap dengan angka kematian seratus persen. Produk ini diolah dari bahan alam, yakni ekstrak belimbing wuluh.

Sementara dari tim fakultas Kedokteran memamerkan inovasinya berupa produk balsem yang diolah dari limbah kulit bawang merah. Balsem tersebut dapat mengobati nyeri sendi atau arthritis.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini