nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampus Asing Beroperasi di Indonesia, Perguruan Tinggi Swasta Terancam

Mewan Haqulana , Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 14:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 08 65 1856539 kampus-asing-beroperasi-di-indonesia-perguruan-tinggi-swasta-terancam-wbDepzkLwK.jpg Foto: Shutterstock

PALEMBANG - Bakal masuknya perguruan tinggi asing (PTA) ke Indonesia membuat perguruan tinggi swasta (PTS) nasional khawatir. Mereka harus mampu bersaing dengan teknologi, skill dan fasilitas untuk tetap eksis.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasata Wilayah 2 A Sumsel Babel

DR Muhamad Helmi MS, mengatakan, hal ini merupakan permasalahan yang harus diselesaikan oleh PTS. "Ini krusial bagi kami PTS," katanya.

Dia melanjutkan, pada Rakernas Aptisi di Sumsel yang digelar pada 8-10 Februari 2018 yang dihadiri 400 rektor PTS se-indoesia hal ini akan menjad pembahasan utama. Wakil Presiden Jusuf Kala, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pertahanan Nasional, Kapolri dan sejumlah tokoh lainnya juga ikut hadir.

"Sesuai undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 PTA bisa membuat kampus di Indonesia, tapi melalui pertemuan ini kami berharap ada seleksi ketat dan kriteria khusus bagi PTA yang akan masuk," kataya.

Sementara itu Wakil Ketua Aptisi Sumsel DR Abdul Shobur menambahkan, berdiri kampus asing di Indonesia tidak hanya membawa pengaruh pada sektor pendidikan tapi juga berdampak dengan budaya, perekonomian nasional serta pertahanan dan keamanan negara.

"Kalau saya pribadi, sebenarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan, tidak harus dengan mendatangkan kampus asing. Cukup dengan menerapkan apa yang dilakukan oleh iniversitas top dunia," katanya.

Ia mencontohkan, jika tenaga pendidiknya kurang berkualitas maka diupgrade agar berkualitas, begitu juga jika fasilitasnya yang belum sempurna, dibuat menjadi sempurna.

"Tapi walau bagaimanapun, kami sangat menghargai keputisan undang-undang, namun dalam penerapannya perlu dicari formula yang pas. Jangan sampai terjadi degradasi moral dan budaya karena ini," katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini