nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Hentikan Kasus Konsumen Pulau Reklamasi yang Ribut dengan Pengembang

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 21:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 338 1857434 polisi-hentikan-kasus-konsumen-pulau-reklamasi-yang-ribut-dengan-pengembang-HQPjabXXhu.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Dok Okezone)

JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) resmi menghentikan kasus kasus pencemaran dan fitnah yang melilit Lucia Liemesak (54), seorang konsumen reklamasi yang ribut dengan salah seorang pegawai PT Kapuk Naga Indah (PT KNI) salah satu anak perusahaan PT Agung Sedayu Group.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, kasus itu dihentikan karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara Lucia dengan pegawai PT KNI bernama Siti Khusnul Khotimah selaku pihak pelapor.

"Sudah cabut laporan, sudah damai, sudah ada permohonan maaf di salah satu koran di Jakarta," kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Lucia merupakan konsumen pulau PT KNI, properti yang dibangun di atas pulau C dan D Reklamasi Teluk Jakarta. Ia dilaporkan Siti Khusnul Khotimah melalui kuasa hukumnya Lenny Marlim karena marah-marah dan melontarkan kalimat mengandung pencemaran nama baik saat protes ke kantor PT KNI.

(Baca Juga: Ribut dengan Pengembang, Konsumen Pulau Reklamasi Ditetapkan Tersangka)

Lucia sempat ditahan oleh penyidik dengan alasan mempermudah penyidik dan khawatir yang bersangkutan akan melarikan diri sekaligus menghilangkan barang bukti. Namun, setelah laporan itu dicabut, Lucia langsung dipulangkan kepada pihak keluarga.

"Sudah dipulangkan," tutup mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

(Baca Juga: Konsumen Reklamasi Resmi Ditahan karena Ribut dengan Pengembang)

Cekcok antara Lucia dengan pihak pengembang itu sempat viral di media sosial setelah disebarkan seorang berinisial W, sehingga Lenny juga melaporkan W. Kemudian W ditangkap polisi pada 11 Desember 2017, meski kasus itu akhirnya setelah diselesaikan secara kekeluargaan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini