nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isu SARA dan Politik Uang adalah Racun Demokrasi, Tjahjo Kumolo: Mari Kita Lawan!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 16:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 10 337 1857649 isu-sara-dan-politik-uang-adalah-racun-demokrasi-tjahjo-kumolo-mari-kita-lawan-6e4RvslfEu.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo geram bila pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 diwarnai dengan kampanye yang berbau isu SARA. Selain itu, ia juga mengimbau agar kepada pasangan calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi pesta demokrasi itu tak melakukan politik uang.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut keduanya sebagai racun demokrasi yang harus dihindari oleh seluruh peserta Pilkada. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan kedua isu tersebut.

"Mari kita lawan dan hindari politik berbau fitnah, politik atau kampanye berbau SARA dan berbau ujaran kebencian. Terakhir, komitmen pemerintah bahwa politik uang dan politik SARA, harus kita lawan karena ini merupakan racun demokrasi," kata Tjahjo dalam acara 'Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas' di Hotel Royal Kuningan, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018).

 (Baca: Polri: 12 Februari Satgas Anti Money Politic dan SARA Mulai Bertugas)

Ia menambahkan, pilkada serentak itu bertujuan untuk mencari pemimpin yang amanah, mampu menyerap aspirasi masyarakat, menggerakkan warga untuk percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Mari kita kembangkan seluruh calon kepala daerah untuk adu program, konsep dan gagasan," imbuhnya.

Lebih lanjut Tjahjo berharap agar tingkat partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi nanti tinggi. Pihaknya menargetkan angka keikutsertaan pemilih mencapai 78 persen dari seluruh daerah yang menghelat Pilkada serentak.

 (Baca juga: Terkait Satgas Politik Uang, Kapolri: Saya Sudah Sampaikan pada Pimpinan KPK)

"Kami yakin di pilkada serentak tahun ini yang aromanya membaur dengan aroma pileg (Pemilihan Legislatif) dan pilpres (Pemilihan Presiden) 2019, tingkat partisipasi politiknya bisa ditargetkan di atas 78 %," pungkasnya.

Sekadar informasi dalam acara itu juga dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Anggota Komisi II DPR RI dari Demokrat Pandi Utomo, Ketua Bawaslu Abhan, Ketua DKPP Harjono, dan Komisioner KPU Ilham Putra.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini