nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Kondisi Warga Muaragembong Bekasi saat Banjir

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 16:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 10 338 1857653 begini-kondisi-warga-muaragembong-bekasi-saat-banjir-KRw0W5egiE.jpg Ilustrasi Banjir (foto: Okezone)

BEKASI - Memasuki pertengahan Februari 2018, hujan masih rutin mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek, hingga menyebabkan banjir di banyak lokasi. Kabupaten Bekasi misalnya, sebagai salah satu wilayah yang mengalami beberapa titik banjir terparah setiap tahunnya.

Sebut saja Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kecamatan Sukakarya dan Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kedua Kecamatan ini kerap menjadi langganan banjir di kala musim penghujan tiba.

(Baca Juga: Sungai Citarum Siaga I, Rumah Warga di Muaragembong Bekasi Kebanjiran)

Jika warga di Perumahan Villa Kencana memilih mengungsi dari kediaman mereka untuk mengindari banjir, warga di Kecamatan Muaragembong justru sebaliknya. Mereka lebih memilih tetap bertahan di rumah masing-masing, dikarenakan lokasi pengungsian yang letaknya jauh dari kediaman warga.

"Kalau di Kecamatan Muaragembong, warga enggan mengungsi selama banjir. Alasannya titik pengungsian jauh dari rumah mereka. Tiap tahun selalu seperti itu alasannya," kata Koordinator Tagana Kabupaten Bekasi, Saipul Irohman, di Bekasi, Sabtu (10/2/2018).

Warga Muaragembong Terdampak Banjir (foto: Wijayakusuma/Okezone)

Meski memilih tinggal dan tidak mengungsi, warga tetap diberikan bantuan yang langsung diantarkan ke kediaman masing-masing, oleh pihak Tagana yang dibantu aparat desa setempat. Bantuan yang diberikan biasanya berupa air mineral, mie instan, selimut, matras dan sejumlah kebutuhan lainnya.

"Walaupun warga tidak mau mengungsi, ketika ada bantuan yang datang dari donator ataupun pemerintah, kami akan memberikan langsung ke rumah-rumah warga," ujarnya.

Saipul mengaku, ada beberapa hal yang sering menjadi kendala saat hendak memberikan bantuan logistik kepada para warga korban banjir, salah satunya akses menuju lokasi yang sudah tergenang air.

"Akses jalan ke lokasi terdampak cukup sulit, karena banyak jalan tergenang air. Makanya tidak bisa dilalui oleh kendaraan darat, jadi harus menggunakan perahu," paparnya.

Dengan kondisi banjir yang terjadi hampir tiap hari, tak sedikit warga yang mulai terserang penyakit. Ini pun menjadi keluhan yang harus mereka alami setiap banjir melanda.

"Rata-rata warga mengalami sakit flu dan gatal-gatal, yang kebanyakan menyerang anak-anak. Untuk hal ini warga mendapat pengobatan gratis," kata Saipul.

Saat banjir mulai surut, biasanya warga mulai berbenah membersihkan rumah mereka yang banyak tertutupi lumpur. Sejumlah perabotan dan material rumah juga ada yang rusak, akibat tergenang air selama berhari-hari.

Tak hanya itu, kerugian lain yang dialami warga korban banjir di Muaragembong, yaitu penghasilan ekonomi yang menurun drastis. Penurunan itu sangat dirasakan betul dampaknya oleh para warga, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, terhadap kebutuhan rumah tangga mereka.

"Mata pencaharian mayoritas penduduk disini sehari-harinya adalah nelayan, tambak ikan dan udang. Jadi ketika banjir, sudah pasti semua lepas ke laut. Yang bertani juga mengalami gagal panen," ungkap Saipul.

(Baca Juga: Tujuh Permukiman di Bekasi Banjir, Puluhan Warga Diungsikan)

Warga Kecamatan Muaragembong kini hanya bisa berharap, pemerintah setempat dan pihak terkait lainnya dapat bertindak cepat dalam menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda pemukiman mereka.

"Saat ini masih banyak tanggul kali yang sering jebol, akibat tidak kuat menahan debit air saat air kali ataupun sungai meluap. Sepanjang kali Ciherang dan sungai Citarum, Kecamatan Muaragembong, dua sungai ini," ujarnya.

Tim Siaga Banjir Muaragembong (foto:Wijayakusuma/Okezone)

Sementara demi meminimalisir hal-hal yang kerap terjadi saat bencana banjir, pihak Tagana Kabupaten Bekasi bersama Dinas Sosial, membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB), yang berisi pengetahuan serta pelatihan menghadapi banjir bagi warga setempat.

"Sudah ada pelatihan yang diberikan kepada masyarakat yang sering terdampak bencana, agar nantinya lebih sigap dalam menghadapi banjir yang datang sewaktu-waktu," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini