nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisuda 287 Mahasiswa, Rektor UAI: Hadapi Era Disrupsi Lulusan Harus Kreatif

Susi Fatimah, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 13:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 10 65 1857602 wisuda-287-mahasiswa-rektor-uai-hadapi-era-disrupsi-lulusan-harus-kreatif-4iFM4WcO1P.jpg Foto: Dok UAI

JAKARTA - Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mewisuda sebanyak 287 mahasiswa dalam gelaran wisuda ke-18 tahun akademik 2017-2018 di Gedung BPPT, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Hadir sejumlah tokoh dalam wisuda kali ini yaitu Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., selaku Dewan Pengawas YPI AL Azhar, Drs. Sobirin HS sebagai Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, H.E. Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi yang merupakan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, Dr. Ir. Illah Sailah, MS selaku Koordinator Kopertis Wilayah III dan Jusman Syafii Djamal sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia serta para guru besar.

UAI juga mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya Prod Fr Shahbaz Khan yang merupakan Direktur UNESCO Regional Asia Pasifik yang menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai "Peranan Islam, Ilmu Pengetahuan dan Kewirausahaan dalam peradaban Kita".

Dalam pidatonya, Rektor UAI Prof Dr Asep Saefuddin, MSc mengatakan, saat ini kita menghadapi era disrupsi. Saat ini penduduk Indonesia telah terbiasa dengan dunia internet dan media sosial. Berdasarkan data 2016, ada sekira 88 juta penduduk Indonesia sebagai pengguna internet, 79 juta aktif di media sosial yang umumnya menggunakan telepon genggam. Bahkan umumnya orang Indonesia memiliki dua telepon genggam.

"Hal ini menandakan secara praktik, kita telah terbiasa dengan teknologi digital. Bila dikaitkan dengan teori Kuhn, efek digital ini telah menjadi enzim percepatan revolusi keilmuan," ujar Prof Asep.

Oleh karena itu, sambung dia, sebagai konsekuensi dari kenyataan digitalisasi ini, maka kita harus mampu secara bijak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan. Jangan sampai kita justru menjadi konsumen utama di era digital ini.

Untuk itu, ia meminta para lulusan UAI harus terbuka dengan perubahan zaman. Para lulusan harus menjadi driver perubahan bukan sekedar follower. "Di sinilah kita dituntut untuk terus kreatif, inovatif, terbuka, tidak bosan untuk belajar dan memperkuat keterampilan," katanya.

Ia juga meminta kepada para lulusa UAI untuk dapat menerapkan ilmu yang sudah dimiliki untuk membangun sinergi dengan pemerintah, sektor swasta dan masyarakat.

"Terus bangun kreativitas, peduli terhadap sivitas akademika sebagai almamater yang akan terus bergerak dalam membangun manusia unggul, kreatif dan driver pembangunan. Tunjukkan pada dunia bahwa dengan ilmu yang kalian miliki, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar," ujarnya.

Dalam wisuda ini, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2012, Hafizh Al Ghifary terpilih menjadi wisudawan terbaik dengan perolehan IPK 3,72. Pria yang aktif diberbagai organisasi tersebut menyampaikan pidato di hadapan sesama wisudawan dan undangan yang hadir. Ia mengatakan, kesuksesanya meraih predikat sarjana tak lepas dari dukungan orangtua, guru dan sahabat.

Ia pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para dosen yang sudah membimbingnya dalam menyelesaikan tugas akhir yang sempat mengalami sejumlah kendala.

"Saya mampu menyelesaikan skripsi tersebut dengan baik dan alhamdulillah mendapat pengakuan dengan tema riset terbaru dalam prodi HI yang itu semua berkat bimbingan dan dorongan dari dosen pembimbing dan kaprodi," paparnya.

Selain menggelar wisuda, dalam kegiatan tersebut UAI juga memberikan UAI Alumni Award 2018 kepada Senja Lazuardi yang merupakan alumni Program Studi Teknik Informatika untuk kategori UAI Alumni Award on Startuo Entrepreneur. Sementara untuk kategori UAI Alumni Award on Artpreneur diraih oleh Sheila Purnama Bulan yang merupakan alumni Program Studi Hubungan Internasional.

"Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan UAI kepada para alumni atas dedikasi, pencapaian dan kontribusi bagi masyarakat. Penghargaan ini juga kami maksudkan untuk menginspirasi para wisudawan dan wisudawati dalam menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat," tutur Prof Asep.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini