Image

Duterte Ancam Tembak Kapal Asing yang Mencuri di Perairan Filipina

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 16:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 11 18 1857910 duterte-ancam-tembak-kapal-asing-yang-mencuri-di-perairan-filipina-LlzOv8nFM3.jpg Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Lean Daval Junior/Reuters)

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, meminta agar Angkatan Laut (AL) tidak segan-segan menembak kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan negaranya. Namun, pria asal Davao City itu menegaskan dirinya tidak ingin memicu perang akibat perebutan wilayah kelautan.

Duterte menyatakan keinginan untuk melanjutkan pembicaraan dengan China terkait sengketa di Laut China Selatan. Mantan Wali Kota Davao City itu juga menekankan bahwa Filipina memiliki kedaulatan penuh atas Benham Rise, wilayah terdepan negara tersebut di sebelah timur laut.

“Sama saja, kita tidak akan melawan Amerika, seperti halnya China. Saya hanya akan diam. Tetapi jika Anda mengambil sesuatu dari sana, dari zona ekonomi eksklusif kami, saya memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak,” ujar Presiden Rodrigo Duterte, mengutip dari ABC News, Minggu (11/2/2018).

Mantan pengacara itu merujuk pada batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil laut dari garis dasar pantai sesuai Konvensi Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS) 1982. Kapal asing diizinkan melintasi ZEE suatu negara, tetapi dilarang keras memancing ikan atau menambang minyak dan gas alam di wilayah tersebut.

Presiden Rodrigo Duterte belum lama ini memerintahkan penghentian seluruh misi penelitian sains yang dilakukan negara asing di Benham, yang diberi nama Philippine Rise. Ia juga memerintahkan agar perwira AL berpatroli di wilayah tersebut untuk menjaga kedaulatan negara.

Penelitan asing dilakukan di perairan tersebut karena diyakini menyimpan cadangan gas dan minyak bumi di bawah laut yang sangat kaya, selain ikan. Misi penelitian asing itu dilakukan oleh beberapa negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS).

“Saya memberi tahu kepada dunia bahwa Philippine Rise, yang kami sebut Benham Rise, adalah milik kami dan ZEE itu punya kami,” imbuh Rodrigo Duterte. Ia ingin agar di masa depan peneliti-peneliti Filipina mampu mengeksplorasi Benham Rise lebih lanjut.

Benham Rise, yang menghadap ke Samudera Pasifik, memiliki luas sekira 24 juta hektar. Wilayah tersebut masih masuk dalam ZEE dan batas landas kontinen Filipina. Perhatian mulai tertuju ke Benham Rise setelah sebuah kapal China terlihat memonitor kawasan tersebut pada awal 2017.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini