nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Apresiasi Perbincangan Hangat Adik Kim Jong-un dengan Presiden Korsel

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 03:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 11 18 1857998 korut-apresiasi-perbincangan-hangat-adik-kim-jong-un-dengan-presiden-korsel-TlXR0qhrz2.JPG Adik Kim Jong-un, Yo-jong, berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (Foto: Reuters)

SEOUL - Korea Utara mengatakan, delegasi yang diutus ke Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 telah mengadakan pembicaraan yang hangat dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in berjalan terbuka dan penuh dengan kejujuran.

"Kim Yo-jong dengan sopan menyerahkan sebuah surat pribadi dari pemimpin Korut itu kepada Moon saat melakukan pembicaraan pada hari Sabtu dan juga mengatakan kepada Moon tentang 'niat' saudaranya," tulis KCNA, mengutip dari Reuters, Senin (12/2/2018). 

Pejabat Korsel mengatakan Moon diundang ke Pyongyang untuk berbicara dengan Kim Jong-un. Undangan itu disampaikan saat pembicaraan dan makan siang di istana presiden Korsel, Gedung Biru, di Seoul pada Sabtu 10 Februari siang waktu setempat. 

Menurut Gedung Biru, Kim Jong-un ingin bertemu dengan Moon dalam waktu dekat dan ingin dia mengunjungi Korut secepatnya tanpa kendala apa pun mengutip pernyataan saudara perempuannya.

"Sebagai tanggapan pemimpin Korea Selatan itu mengatakan mari ciptakan situasi agar bisa terjadi," ujar juru bicara Gedung Biru atau Cheong Wa Dae, Kim Eui-kyeom.

Laporan KCNA mengutip Moon yang mengatakan bahwa hubungan antar-Korea harus diperbaiki oleh pihak-pihak terkait dengan risiko apapun seperti yang ditunjukkan oleh Kim Jong-un dalam Pidato Tahun Barunya.

Pertemuan puncak seperti itu, jika terjadi, akan menandai pertama kalinya para pemimpin kedua Korea tersebut bertemu sejak 2007.

Namun, partai oposisi utama Korsel memperingatkan bahwa setiap pembicaraan antara kedua Korea dimana pembatalan program nuklir Korut bukanlah prasyarat yang hanya akan menguntungkan musuh.

"Kami benar-benar harus mengingat setiap pembicaraan di mana denuklirisasi bukanlah prasyarat yang hanya memberi Korea Utara lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kemampuan nuklirnya sementara mereka menipu kita dengan façade ofensif perdamaian mereka," kata Chang Je-won, juru bicara Partai Kebebasan Korea. 

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini