Image

Panglima TNI: Indonesia Dijadikan Pasar bagi Pengedar Narkoba

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 15:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 11 340 1857940 panglima-tni-indonesia-dijadikan-pasar-bagi-pengedar-narkoba-HP08fDzOb7.jpg foto: Okezone

BATAM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut bahwa Indonesia telah dijadikan salah satu pangsa pasar bagi pengedar narkoba jaringan Internasional. Hal ini menyusul adanya penangkapan 1 ton sabu di perairan Batam.

"Melihat hampir 1 ton narkoba sabu diamankan dalam operasi pengamanan perbatasan, ini bukti Indonesia telah dijadikan pasar bagi pengedar narkoba, yang didukung oleh produsen dan pengedar lintas negara," papar Hadi saat meninjau langsung Pangkalan Angkatan Laut Batam, Minggu (11/2/2018).

Prajurit TNI yang sedang menggelar patroli menggunakan KRI Sigurot-864 berhasil menangkap Kapal MV Sunrise Glory yang membawa narkotika jenis Sabu sekira 1 ton di perairan Batam.

Hadi menegaskan, jajarannya akan selalu bertindak tegas dan keras untuk memberangus seluruh pengedar narkoba sesuai dengan amanat Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

 (Baca juga: Panglima TNI: Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton Telah Selamatkan Generasi Muda)

Menurut Hadi, barang haram narkotika telah menjadi salah satu ancaman generasi muda penerus bangsa. Oleh sebab itu, dia menginstruksikan seluruh jajarannya, untuk semakin giat dalam bertugas demi mengamankan NKRI dari para penjahat narkotika.

Demi menciptakan hal tersebut, Hadi berharap sinergitas antal lembaga seperti Polri, BNN dan Bea Cukai semakin baik kedepannya. Sehingga, jaringan internasional itu, lanjut Hadi tidak memiliki ruang gerak demi merusak generasi bangsa Indonesia.

"Tentunya hal ini terus dilakukan dengan stakeholder dengan Kepolisian, BNN, Bea Cukai, dan lain-lain. Sehingga upaya mereka melakukan penyelundupan di wilayah NKRI bisa dihalau," tutur dia.

 (Baca juga: Panglima TNI Berikan Penghargaan kepada Prajurit yang Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton)

Hadi berpandangan, Indonesia dijadikan pasar oleh pengedar narkoba lantaran NKRI memiliki 2/3 wilayah perairan. Hal tersebut, menurutnya, salah satu potensi yang dimanfaatkan para jaringan internasional memasukan narkoba ke Indonesia.

"Tetap operasi menghalau, menindak apabila mendapatkan pengedar narkoba masuk ke wilayah Indonesia, kami pegang teguh, kami tak main-main tegas dan keras," tutup Hadi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini