nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politikus Jerman Sebut Negaranya Kehabisan Armada Kapal Perang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 12 18 1858435 politikus-jerman-sebut-negaranya-kehabisan-armada-kapal-perang-Q807eOtSfB.jpg Salah satu armada kapal perang Jermang (Foto: Deutsche Welle)

BERLIN – Politikus Jerman, Hans-Peter Bartels, membuat pernyataan mengejutkan. Kader Partai Sosial Demokrat itu mengatakan bahwa Jerman harus berpikir dua kali sebelum menyetujui misi maritim dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Uni Eropa (UE), dan bahkan PBB.

“Angkatan Laut akan segera kehabisan kapal operasional,” ujar Hans-Peter Bartels dalam wawancara dengan tabloid Bild am Sonntag, mengutip dari Deutsche Welle, Senin (12/2/2018). Ia menuduh birokrasi dan manajemen yang buruk sebagai penyebab.

Anggota komisi parlemen untuk angkatan bersenjata itu mengatakan, kelangkaan suku cadang untuk kapal-kapal Angkatan Laut Jerman menyebabkan perbaikan armada menjadi lebih lama di galangan. Ia yakin birokrasi yang rumit menjadi penyebab kelangkaan suku cadang tersebut.

“Terlalu banyak tanggung jawab administratif, kurangnya staf, dan terkadang perusahaan (perbaikan kapal) suka terlalu lama menunggu demi mendapatkan perintah,” imbuh Hans-Peter Bartels.

Tabloid itu melaporkan, satu dari tiga kapal perang besar milik Angkatan Laut (AL) Jerman, kapal dukungan EGV Berlin, dan kapal persediaan EGV Bonn, harus menjalani perawatan lebih lama. Menurut sumber dari AL, perbaikan selama 18 bulan di Hamburg yang sebelumnya dijadwalkan pada 2017 harus tertunda karena kekurangan suku cadang.

Bartels mengatakan, dipensiunkannya sejumlah kapal fregat tua sudah sesuai dengan rencana. Akan tetapi, semua terhambat oleh penundaan penyediaan armada pengganti.

“Enam dari 15 kapal fregat sudah dipensiunkan. Akan tetapi, tidak satu pun dari fregat F125 yang baru sudah diberikan kepada Angkatan Laut,” ucap Hans-Peter Bartels.

Jerman diketahui memiliki sejumlah misi pelayaran, di antaranya patroli di Laut Tengah (Mediterrania) sejak Mei 2015 sebagai bagian dari operasi bertajuk ‘Sophia’ yang digagas UE. Misi tersebut sedianya akan berakhir pada penghujung 2018. Jerman juga mengerahkan kapal untuk misi NATO di Laut Aegea.

Dengan jumlah armada mencapai 100 buah, AL Jerman merupakan mitra kunci dalam mendukung misi NATO dan PBB di seluruh dunia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini