nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenakan Rompi Oranye, Bupati Ngada Marianus Sae Ditahan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 18:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 12 337 1858473 kenakan-rompi-oranye-bupati-ngada-marianus-sae-ditahan-kpk-oFQzoXuodk.jpg Bupati Ngada Marianus Sae ditahan KPK. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bu‎pati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae. Dia mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye usai diperiksa intensif selama 1x24 jam oleh tim penyidik.

Pelaksana Harian‎ (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, Marianus ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK. Dia ditahan selama 20 hari ke depan.

"Marianus Sae (MSA) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur, Cabang KPK," ujar Yuyuk saat dikonfirmasi, Senin (12/2/2018).

Selain Marianus, KPK menahan satu tersangka lainnya yakni Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu. Pihak yang diduga sebagai pemberi suap kepada Bupati Ngada ini dititipkan di Rutan Mapolres Jakarta Timur.

Marianus dan Wilhelmus ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan proyek infrastruktur di wilayah NTT. Diduga, Marianus menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari Wilhelmus atas pemulusan pengerjaan proyek infrastruktur sebesar Rp54 miliar.

Proyek tersebut yakni terkait pembangunan Jalan Poma Boras senilai Rp5 miliar, Jembatan Boawe senilai Rp3 miliar, jalan ruas Ranamoetani senilai Rp20 miliar, Jalan Tadawarbella senilai Rp5 miliar, Jalan Riominsimarunggela senilai Rp14 miliar, Jalan Emerewaibella senilai Rp5 miliar, dan Jalan Warbetutarawaja senilai Rp2 miliar.

Atas perbuatannya, Marianus dan Wilhemus ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT).

(Baca Juga: Petinggi PDIP Ada di NTT Sebelum KPK Tangkap Marianus Sae)

Sebagai pihak penerima, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20017.

(Baca Juga: Hadiri Penetapan Calon, Pasangan Marianus Sae di Pilgub NTT Bungkam)

Sebagai pihak pemberi, Wilhelmus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini