nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Mahasiswa Indonesia Alami Culture Shock saat Kuliah di Taiwan

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 12 65 1858468 cerita-mahasiswa-indonesia-alami-culture-shock-saat-kuliah-di-taiwan-o4MpB0ht9w.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEMARANG - Seorang mahasiswi asal Medan yang menempuh studi di Taiwan sempat syok selama kurang lebih tiga bulan lantaran perbedaan budaya. Sebab, sejak awal dia tidak menguasai Bahasa Mandarin sehingga kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

"Tentu awalnya sempat culture shock (syok karena perbedaan budaya). Hampir selama tiga bulan saya harus beradaptasi dengan lingkungan. Apalagi saya nol dalam penguasaan Bahasa Mandarin," ujar Tamara Hutagalung di Semarang, baru-baru ini.

Gadis manis berusia 25 tahun itu mengaku tak hanya kesulitan berkomunikasi dengan warga setempat, tetapi budaya yang cukup berbeda. Bungsu dari dua bersaudara itu pun harus belajar menambah penguasaan bahasa asing. Sebab, sebelum terbang ke Taiwan dia hanya menguasai Bahasa Inggris.

"Meski saya ambil Jurusan Graduate Institute of Educational Administration, tapi kan tidak bisa dihindari saya juga harus berkomunikasi dengan mahasiswa Taiwan di sana. Kan tidak semua mahasiswa di sana bisa berbahasa Inggris. Tapi kalau di kelas saya bahasa pengantar pendidikannya pakai Bahasa Inggris," bebernya.

Alumnus Universitas HKBP Nommensen Medan itu menyatakan, ada impian besar hingga membuatnya menempuh studi S-2 di Taiwan. Meski baru setahun di Taiwan, dia menuturkan banyak mendapat manfaat tak hanya di bidang akademik tetapi juga mempelajari kultur di negara tersebut.

"Di Taiwan itu tidak ada orang mandi pagi, ketika mereka bagun dan pergi ke kampus atau kantor hanya sikat gigi. Makanya mereka heran melihat kita-kita ini (orang Indonesia) kok rajin banget mandi dua kali. Itu salah satu budaya yang kita sadari berbeda," ujarnya sembari tertawa.

Chairman TEC Indonesia, Rini Lestari mengatakan, masyarakat Indonesia berpeluang melanjutkan pendidikan di Taiwan. Sejumlah keuntungan pun bisa didapat bila menjalankan studi di Taiwan.

“Seperti contohnya, di Taiwan itu sudah ada sertifikasinya untuk makanan halal. Jadi umat Muslim yang wisata atau sekolah di sana tidak perlu bingung untuk makan sehari-hari. Tempat untuk menjalankan ibadah salat juga mudah didapatkan di Taiwan,” jelasnya

Keuntungan lainnya, jika menempuh pendidikan di Taiwan, lanjut Rini, adalah fasilitas kampus yang super sophisticated (sangat canggih). Internetnya yang murah dan cepat sekali aksesnya. Lingkungan kampus juga indah dan asri dan punya study room yang buka 24 jam jika butuh ruang belajar yang nyaman.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini