nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moskow Pertimbangkan Ganti Alamat Kedubes AS Jadi "Jalan Buntu"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 13:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 18 1858843 moskow-pertimbangkan-ganti-alamat-kedubes-as-jadi-jalan-buntu-9J2Jha25gl.jpeg Foto: TASS

MOSKOW - Hubungan antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) yang memburuk dalam beberapa tahun belakangan mengingatkan dunia akan masa Perang Dingin. Baru-baru ini, kedua negara juga tampaknya mulai mebangkitkan kembali trik-trik yang sering digunakan pada masa-masa itu, seperti mengubah nama jalan untuk mempermalukan negara saingannya.

BACA JUGA: Pemimpin Oposisi Rusia Tewas Ditembak

Pemerintah Kota Moskow mengumumkan akan mempertimbangkan permintaan untuk mengubah alamat Kedutaan AS di Moskow menjadi "1 North American Dead-end" atau "Jalan Buntu Amerika Utara No.1". Sebelumnya, nama jalan yang menjadi lokasi Kedubes AS itu adalah "8 Bolshaya Devyatinsky Lane".

Diwartakan Telegraph, Selasa (13/2/2018), usulan tersebut adalah sebuah balasan atas keputusan Dewan Kota Washington yang mengubah nama gedung tempat Kedutaan Besar Rusia di Washington berada menjadi "1 Boris Nemtsov Plaza" bulan lalu. Boris Nemtsov adalah nama pemimpin oposisi Rusia yang ditembak mati di dekat Kremlin pada 2015.

Perubahan nama itu diterima dengan baik di AS di tengah tuduhan campur tangan Kremlin dalam pemilihan umum AS 2016. Namun, Moskow menyatakan kemarahannya atas tindakan tersebut. Juru Bicara Kremlin mengatakan, perubahan nama itu dilakukan di saat hubungan kedua negara yang memburuk.

Usulan perubahan nama jalan yang menjadi lokasi Kedubes AS di Moskow itu diusulkan oleh Mikhail Degtyaryov, seorang politikus sayap kanan Rusia. Melalui Twitter, Degtyaryov mengonfirmasi bahwa usulan perubahan nama jalan itu akan dipertimbangkan pada akhir bulan ini.

Nama adalah alat yang sering digunakan dalam diplomasi pasif agresif selama Perang Dingin.

Pada 1980-an, Kongres AS mengganti nama jalan di depan kediaman duta besar Rusia untuk menghormati Andrei Sakharov, seorang pembangkang Soviet.

BACA JUGA: Pemenang Nobel Perdamaian Liu Xiaobo Wafat pada Usia 61 Tahun

Baru-baru ini, Kongres AS mengusulkan penggantian nama jalan yang menjadi lokasi Kedutaan Besar China untuk mengingat Liu Xiaobo, seorang kritikus Pemerintah China dan peraih Nobel yang meninggal tahun lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini