Mudik Imlek, Pria China Pilih Berlari Sejauh 211 Km

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 03:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 18 1859000 mudik-imlek-pria-china-pilih-berlari-sejauh-211-km-9S5d6cjqq3.jpg Pan Shancu rela berlari sejauh 211 kilometer demi mudik (Foto: South China Morning Post)

HANGZHOU – Berbagai cara ditempuh puluhan juta warga China untuk dapat mudik guna merayakan Hari Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari. Stasiun kereta api dan terminal bus pun dipenuhi para pemudik. Namun, pria bernama Pan Shancu memiliki cara unik untuk mudik.

Pria berusia 42 tahun itu memilih untuk berlari sejauh 211 kilometer (km) dari Hangzhou menuju kampung halamannya di Tiantai. Pan berlari hampir selama 27 jam, setara dengan lima kali lomba maraton, untuk menuju Tiantai dari Hangzhou yang sama-sama berada di Provinsi Zhejiang.

“Saya pikir berlari jauh lebih menyenangkan daripada berkendara atau naik bus. Anda juga mengapresiasi apa yang Anda lihat sepanjang perjalanan,” ujar Pan Shancu, melansir dari South China Morning Post, Rabu (14/2/2018).

Pemilik sebuah panti pijat itu mulai berlari sejak Kamis 8 Februari sekira pukul 04.15 waktu setempat dan tiba di rumahnya pada JUmat 9 Februari sekira pukul 07.00. Pan seharusnya bisa tiba lebih cepat, tetapi dia memilih untuk berhenti sejenak guna menyantap semangkuk mie.

Meski pernah berlari untuk jarak jauh, Pan Shancu mengaku usahanya yang terakhir itu sungguh melelahkan. Sebab, berbeda dengan lomba yang tidak membawa apa pun, dia menyandang tas punggung seberat 9 kilogram (kg) berisi bahan makanan serta pakaian sebagai hadiah untuk ibu dan kakak perempuannya.

“Saya berlari sejauh 130 kilometer (km) pada maraton tahun lalu, yang memakan waktu 16 jam 27 menit. Tetapi saat itu saya merasa lebih baik seusai berlomba. Sesaat sebelum sampai, saya lapar, haus, dan merasa sedikit sedih,” ujar Pan Shancu.

Di awal perjalanannya, Pan sangat bersemangat. Ia bahkan sempat berjalan-jalan di kota penuh sejarah, Shaoxing. Di sana, ia beristirahat dan mengambil beberapa foto. Meski tampak menyenangkan, Pan mengaku tidak akan mengulangi cara itu untuk mudik.

“Sangat menyakitkan. Berlari lewat rute itu cukup untuk sekali saja,” tulis Pan Shancu dalam unggahan di media sosial.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini