nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU: Status Tersangka Marianus Sae Tak Gugurkan Jadi Peserta Pilgub NTT

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 05:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1858673 kpu-status-tersangka-marianus-sae-tak-gugurkan-jadi-peserta-pilgub-ntt-pF2NwC0Iu2.jpeg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyebut status tersangka bupati Bu‎pati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae tak akan menggugurkan dirinya sebagai peserta pemilihan gubernur (Pilgub) NTT 2018. Hal tersebut terjadi karena hingga kini belum ada keputusan hukum yang tetap, sehingga bisa membatalkan dia sebagai calon kepala daerah.

“Dia tetap jadi peserta karena belum ada kekuatan hukum pidana yang berkekuatan hukum tetap,” kata Ilham saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

(Baca: OTT Bupati di NTT, KPK Boyong Dua Orang ke Jakarta)

Ia menambahkan, bila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengizinkan Bupati Ngada dua periode itu mengikuti kampanye dalam ajang pesta demokrasi tersebut, maka hal itu pun diperbolehkan.

“Masih bisa ikut kampanye,” imbuhnya.

Menilik aturan pilkada, menurut Ilham, seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka masih bisa mendaftar sebagai peserta pemilu sepanjang belum ada keputusan hukum menjadi terpidana.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubenur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

(Baca juga: Marianus Sae Kena OTT KPK, PDIP Cabut Dukungan di Pilgub NTT 2018)

Pasal 4 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 menyebutkan, "Tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh putusan hukum tetap, terpidana karena kealpaan ringan (culpa levis), terpidana karena alasan politik, terpidana yang tidak menjalani pidana dalam penjara wajib secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pidana tidak dalam penjara".

Seperti diketahui, KPK resmi menahan Bu‎pati Ngada, NTT, Marianus Sae pada Senin 12 Februari 2018. Dia mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye usai diperiksa intensif selama 1x24 jam oleh tim penyidik.

Selain Marianus, KPK menahan satu tersangka lainnya yakni Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu. Pihak yang diduga sebagai pemberi suap kepada Bupati Ngada ini dititipkan di Rutan Mapolres Jakarta Timur.

Marianus dan Wilhelmus ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan proyek infrastruktur di wilayah NTT. Diduga, Marianus menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari Wilhelmus atas pemulusan pengerjaan proyek infrastruktur sebesar Rp54 miliar.

Proyek tersebut yakni terkait pembangunan Jalan Poma Boras senilai Rp5 miliar, Jembatan Boawe senilai Rp3 miliar, jalan ruas Ranamoetani senilai Rp20 miliar, Jalan Tadawarbella senilai Rp5 miliar, Jalan Riominsimarunggela senilai Rp14 miliar, Jalan Emerewaibella senilai Rp5 miliar, dan Jalan Warbetutarawaja senilai Rp2 miliar.

Atas perbuatannya, Marianus dan Wilhemus ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai pihak penerima, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20017.

Sebagai pihak pemberi, Wilhelmus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini