Soal Inisial FA di Kasus Korupsi Bakamla, Ketua KPK: Tunggu Konpres Saja

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 12:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1858816 soal-inisial-fa-di-kasus-korupsi-bakamla-ketua-kpk-tunggu-konpres-saja-OuzfapJXwo.jpg Ketua KPK Agus Rahardjo

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo belum mau menyebut siapa tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan satellite monitoring Bakamla tahun anggaran 2016.

Padahal sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pada rapat dengar pendapat, Senin 12 Februari 2018 kemarin dengan Komisi III menyebutkan inisial FA yang kasusnya sudah masuk dalam tahap penyidikan.

"Anda tunggu konpers saja," ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Saat ditanya apakah inisial FA itu anggota DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriardi, Agus tak menjawabnya. "Anda tunggu konpers, dalam waktu dekat, sangat dekat," tegasnya.

Terkait status FA apakah sudah menjadi tersangka, menurut Agus suatu perkara yang sudah masuk dalam tahap penyidikan dipastikan sudah ada tersangkanya. "Ya kalau penyidikan ya tersangka lah," ucapnya.

Sebelumnya Komisioner KPK, Basaria Panjaitan menjelaskan, selama menangani tindak pidana korupsi, ada setidaknya enam perkara yang menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah kasus pengadaan satellite monitoring oleh Bakamla pada 2016.

Basaria pun menyebut nama-nama lain yang masih diproses. Ada sosok berinisial FA yang disebutkan Basaria dan dinyatakan sedang disidik. Namun, Basaria tak menyebutkan siapa inisial FA itu.

"Di dalam proses persidangan sampai saat ini masih ada Nofel Hasan. Satu lagi FA, masih dalam proses tingkat penyidikan," kata Basaria.

Dalam kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah pihak. Anggota DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriardi pernah diperiksa sebagai saksi di persidangan, namun ia membantah terlibat kasus ini.

Tak hanya Fayakhun, sejumlah politisi senayan juga diduga terseret dalam kasus ini. Jaksa KPK saat persidangan beberapa waktu lalu membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terpidana Fahmi Darmawansyah saat menjadi saksi untuk terdakwa Novel Hasan.

"Saya dapat ketahui dari Ali Fahmi bahwa peruntukan uang 6 persen untuk mengurus proyek di Bakamla untuk saudari Eva Sundari, Komisi I DPR Fayakhun, Komisi XI DPR Bertu Merlas, Donny Priambodo, Wisnu Bappenas, DJA," kata Jaksa mengulangi BAP Fahmi Darmawansyah.

Kemudian, Fahmi Darmawansyah membenarkan BAP yang dibacakan oleh jaksa tersebut. "Iya betul BAP saya," ujar Fahmi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini