nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjaring OTT KPK, Bawaslu Jelaskan Status Marianus Sae di Pilgub NTT

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 19:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859112 terjaring-ott-kpk-bawaslu-jelaskan-status-marianus-sae-di-pilgub-ntt-FJYy3BFgfw.jpg Bupati Ngada, Marianus Sae (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Bakal Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK Minggu 11 Februari 2018 sore. Bupati Ngada dua periode di Pulau Flores NTT tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Terkait hal itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mohamad Afifudin menyatakan Calon Gubernur NTT Marianus Sae, tetap ikut Pilkada 2018. Walaupun sekarang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK.

(Baca Juga: Eva Sundari: Marianus Sae Bukan Kader PDIP!)

"Jadi nantinya, ketika sudah terpilih, langsung akan diganti. Untuk pergantian pada saat ini, sudah tidak bisa karena prosesnya sudah berjalan. Sama seperti di salah satu pemilihan kepala daerah yang sudah terpilih langsung digantikan, wakilnya," ujar Afifudin dalam diskusi Redbons di kantor Okezone, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2018).

Kasus Suap Proyek Jalan, Bupati Ngada Marianus Sae Ditahan KPK (foto: Okezone)

Terkait PDIP yang akan mencabut dukungan kepada Cagub NTT Marianus Sae itu, lanjut dia, tidak bisa asal mencabut begitu saja, karena harus ada bukti materil yang diserahkan KPU. Namun dalam aturannya, mengalihkan dukungan tetap tidak bisa.

"KPU NTT kan, sudah menetapkan pasangan cagub-cawagub, dan proses sudah berjalan. Jadi sesuai aturan itu tidak bisa mencabut dukungan tersebut," tuturnya.

Ia menjelaskan, tentang adanya pemilih apatis yang sangat berpotensi untuk melakukan politik uang itu, Bawaslu sendiri sudah mendorong untuk politik biaya murah, seperti iklan biaya kampanye di media TV dan media cetak dibikin oleh KPU. Disediakan akses yang sama antar calon.

"Sehingga tidak ada calon yang jor-joran antara calon yang mempunyai uang yang banyak dan terbatas. Ini bagian profesionalitas dalam proses kampanye di media sosial," pungkasnya.

(Baca Juga: KPU: Status Tersangka Marianus Sae Tak Gugurkan Jadi Peserta Pilgub NTT)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini