Image

KPK Dalami Peran Kapten Agus Wahjudo di Kasus Suap Pesawat Garuda Indonesia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859144 kpk-dalami-peran-kapten-agus-wahjudo-di-kasus-suap-pesawat-garuda-indonesia-z5dNpHnjEV.jpg Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami keterlibatan Kapten Agus Wahjudo dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari PT Rolls-Royce.

Sebab, Agus Wahjudo selaku ‎mantan Executive Project Manager PT Garuda Indonesia pernah berperan memimpin proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat pada PT Garuda Indonesia yang kini menjadi rasuah.

"Pada‎ salah satu saksi kita dalami juga peran dan pengetahuannya sebagai pejabat yang memimpin proses pengadaan di Garuda Indonesia," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

 (Baca: KPK Panggil Dirut PT Garuda Indonesai Terkait Suap Pesawat

Pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia ini sendiri telah rampung menjalani pemeriksaannya sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Sayangnya, Agus enggan angkat bicara terkait pemeriksaannya pada hari ini.

Agus sendiri merupakan salah satu saksi yang telah dicegah berpergian keluar negeri oleh lembaga antirasuah lewat Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Selain Agus, KPK juga mencegah dua saksi lainnya yang dianggap penting. Kedua saksi tersebut yakni Sallywati Rahardja dan Hadinoto Soedigno.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls-Royce.

Dua tersangka tersebut yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini