nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Minta Setnov Bongkar Buku Hitamnya di Persidangan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 20:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859151 kpk-minta-setnov-bongkar-buku-hitamnya-di-persidangan-Fn5uVf7Mud.jpg Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (foto: Antara)

JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah berpandangan, buku hitam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov) akan sangat berharga jika dibongkar di persidangan.

"Informasi tersebut baru akan berharga apabila itu disampaikan proses persidangan atau dalam proses penyidikan‎," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Diduga, buku hitam yang seringkali dibawa Setnov di persidangan berisi sejumlah nama politikus penerima uang korupsi e-KTP. Sebab, beberapa kali dalam buku hitamnya tersebut tercatat sejumlah nama politikus yang kemudian terlihat oleh awak media.

 (Baca juga: Bersaksi di Persidangan, Politikus PPP Sebut Pernah Diminta Ganjar Tolak Jatah Duit E-KTP)

Namun, Febri menganggap buku hitam Setnov itu tidak akan mempunyai kekuatan hukum jika tidak dijadikan sebagai bukti baru di persidangan. Sebab, apabila buku itu dibongkar di persidangan, pihak Jaksa maupun hakim akan menguji kebenaran isi dalam buku Setnov.

‎"Tentunya itu tidak akan mempunyai kekuatan hukum kecuali jika disampaikan pada penyidik dalam proses pemeriksaan misalnya, ataupun diproses persidangan," terangnya.

"Nah, etika itu disampaikan dalam proses yang projusticia kami akan melakukan kroscek dalam melihat kesesuaian dengan bukti-bukti yang lain," sambungnya.

 (Baca juga: Dibalik Buku Hitam Setnov Berisi Nama Penerima Uang Korupsi E-KTP)

Sebelumnya, Setnov sendiri pernah tidak membantah adanya nama aktor besar selain dirinya di kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun ini. Namun, Setnov masih merahasiakan nama besar itu.

"Nanti saja. Pokoknya rahasialah," singkat Setnov saat dikonfirmasi aktor besar di perkara orupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februaru 2018, lalu.

 

Setnov memang sedang berupaya untuk mendapatkan status Justice Collaborator (JC) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu persyaratan untuk mendapatkan JC tersebut, Setnov harus mampu mengungkap keterlibatan pihak lain yang lebih besar di kasus ini.

Selain itu, Setnov haruslah bukan pelaku utama jika ingin mendapatkan JC di perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.‎ Namun, hingga ini belum ada nama besar yang dibeberkan Setnov untuk mendapatkan JC itu.

Sejauh ini, KPK masih mempertimbangkan permohonan JC yang diajukan oleh Setnov. ‎KPK masih menunggu perkembangan yang signifikan dari Setnov untuk mendapatkan status JC.

Setnov pasrah apapun keputusan yang diambil KPK terkait permohonan JCnya. Mantan Ketua DPR RI tersebut mengaku menyerahkan hasil permohonan JC itu kepada pimpinan KPK.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini