Image

Jalan Retak di Kampung Berlan, Sandiaga: Waspada Gempa dan Kerusakan Bangunan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 18:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 338 1859101 jalan-retak-di-kampung-berlan-sandiaga-waspada-gempa-dan-kerusakan-bangunan-15MNrKLL0t.jpg Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ikut angkat bicara mengenai tanah retak yang terjadi di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur yang viral. Warga pun diminta waspada gempa dan kerusakan bangunan.

Sandiaga mengatakan, retakan itu sebenarnya sudah dapat diprediksi sebelumnya di dalam pertemuan antara Pemprov DKI dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"BMKG mengatakan bahwa salah satu kewaspadaan yang harus kita tingkatkan adalah di sekitar wilayah Jatinegara itu atau wilayah yang dekat dengan Berlan ya, diprediksi ada patahan atau ada patahan yang selama ini tidak aktif," papar Sandiaga di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Sandiaga melanjutkan, retakan yang berada di wilayah DKI Jakarta itu merupakan sesar yakni patahan yang ada di bagian dalam. Untuk saat ini, kata dia, BMKG sedang mengumpulkan data terkait kondisi pergerakan bumi di dataran di Ibu Kota yang terjadi sejak 1916.

"Mereka (BMKG) lihat data dari tahun 1916 pergerakan dan data-data baik sinyal S maupun sinyal P di patahan tersebut, baru dibicarain kemarin, hari ini (terjadi), Patahannya di bawah, ya sesar, di dalam. Dan ini yg mereka cermati dan saya diberikan laporan untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah sana," katanya.

Oleh karenanya, Sandiaga menyebut adanya patahan yang berada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur akan memberikan dua dampak bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Pertama adalah kemungkinan terjadi gempa dan yang kedua adalah akan memberi dampak bagi konstruksi bangunan.

"Satu adalah gempa, nomor dua adalah tentunya pergerakan-pergerakan khususnya yang berkaitan konstruksi dan gedung yang berada di sekitar patahan tersebut. Seperti kita lihat di Taipei, gempanya hanya 6,4 SR, dibandingkan dengan kemarin 6,1 SR tapi banyak sekali dampaknya, karena itu berada di patahan tersebut, di gedung tersebut," ucap Sandi

Selain itu, Sandi juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan untuk mengantisipasi terjadinya dampak dari patahan tersebut.

"Sudah ada kerja sama antara BMKG dan beberapa unit SKPD salah satunya adalah BPBD, unit berikutnya adalah Damkar, dan unit berikutnya adalah Pol PP dan saya sdh menunjuk pak Budi Utomo, staf khusus di kantor wagub untuk menindak lanjuti," imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini