Image

Ini Penyebab Longsornya Underpass Bandara Soetta

Chyntia Sami B, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 19:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 338 1859134 ini-penyebab-longsornya-underpass-bandara-soetta-xj82xbJcKJ.jpg foto: Okezone

TANGERANG - PT Waskita Karya sebagai pihak kontraktor Underpass Jalur Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang mengungkapkan dugaan penyebab longsornya dinding beton Underpass pada Senin, 5 Februari 2018 lalu.

"Kalau dari kita (kontraktor) terjadinya tanah longsor disebabkan oleh tanah yang bergerak di sekitar underpass," kata Humas PT Waskita Karya, Daud Harahap di Tangerang, Selasa (13/2/2018).

Daud menjelaskan, selain karena hujan lebat yang mengguyur daerah sekitar underpass sebelum insiden, keberadaan mata air di sekitar underpass pun menjadi salah satu penyebab yang dapat menambah percepatan pergerakan tanah.

"Namun, pergerakan air di sekitar underpass sudah diantisipasi dengan adanya pompa air di sisi utara ada pompa air," ujarnya.

 (Baca juga: Pasca-Underpass Longsor, Kereta Bandara Soetta Sepi Penumpang)

Meski demikian, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil penyidikan lanjut dari Puslabfor guna mengetahui penyebab pastinya.

"Kita masih tunggu dari polisi terkait cek keseluruhan dan pembersihan lokasi karena, masih diberi garis polisi. Kalau sudah dicabut baru kita akan bergerak," tuturnya.

 (Baca juga: Begini Cara Mukhmainnah Bertahan Hidup ketika Tertimbun Longsor Underpass Soetta)

Sebagaimana diketahui, konstruksi dinding underpass tampak longsor menutupi hampir seluruh bagian jalan sekira pukul 17.45 WIB. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A 1567 AS tertimpa reruntuhan longsor.

Dua korban yang terjebak dalam mobil, yakni Dianti Putri (24) baru bisa dievakuasi setelah terjebak direruntuhan longsor selama 9 jam. Sementara rekannya, Mukhmainah baru dapat dikeluarkan dari dalam reruntuhan selama 12 jam pasca longsor.

Putri yang sempat menjalani perawatan pun dinyatakan meninggal dunia di RS Mayapada pukul 6.45 WIB akibat patah leher, patah pangkal paha dan gagal jantung yang dialaminya. Sementara, hingga kini Ina, panggilan akrab Mukhmainah, masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam, Kabupaten Tangerang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini