nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resahkan Warga, Buaya Berukuran 2 Meter Diamankan Petugas

Arsan Mailanto, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 340 1859154 resahkan-warga-buaya-berukuran-2-meter-diamankan-petugas-zRwGY4eoZx.jpg Foto: Ist

PANGKALPINANG - Masyarakat Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung (Bateng) diresahkan dengan seekor buaya muara ganas. Kini buaya tersebut terpaksa harus berurusan dengan pihak petugas kepolisian, lantaran mengganggu aktivitas warga.

Buaya muara atau crocodylus porosus itu langsung diamankan di Mapolsek Lubuk Besar usai ditangkap warga Senin 12 Februari 2018, di kolong bekas tambang timah di Desa Lubuk Lingkuk. Kolong yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Menurut Kades Lubuk Lingkuk, Khozim Ibrahim mengatakan, memang kolong pemandian tersebut, sejak lama memang sering digunakan warga setempat untuk beraktivitas sehari-hari.

"Ada sekira empat ekor buaya di sini. Kemungkinan warga akan menangkap buaya lainnya, karena dikhawatirkan akan memakan korban jiwa," ujarnya di Bangka Tengah, Selasa (13/2/2018).

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Bayumi, membenarkan bahwa pihaknya mengamankan buaya muara tersebut tersebut, karena khawatir mati usai ditangkap warga dengan dipancing.

"Seperti kita ketahui buaya ini masuk salah satu jenis hewan yang di lindungi undang-undang (UU) maka kami amankan di Mapolsek. Panjang buaya sekira 2 meter," tuturnya.

 

Buaya berjenis crocodylus porosus ini merupakan buaya yang hampir punah keberadaannya. Menurut Ketua Animal Lovers Bangka Island (Alobi) Pangkalpinang, Langka Sani, buaya tersebut termasuk spesies yang dilindungi undang-undang.

"Kita mendapat informasi dari pihak polsek, bahwa ada seekor buaya berukuran sekira 2 meter yang ditangkap warga. Kita langsung mengambil tindakan untuk mengamankannya," imbuhnya.

Buaya tersebut, lanjut Langka akan dilakukan rehabilitasi di habituasi alias pembiasaan Alobi untuk kemudian dilepasliarkan kehabitat aslinya.

"Untuk sementara kita lepaskan pancing yang digunakan warga untuk menangkapnya. Kemudian selama beberapa hari kita lakukan rehabilitas sampai dianggap layak kembali kehabitatnya," tukasnya.

Pihaknya mengimbau, agar warga tidak membunuh reptil purba ini kendati harus ditangkap karena meresahkan warga setempat.

"Kalu sudah dilindungi undang-undang, berarti ada sanksi bagi yang sengaja membunuhnya. Maka dari itu kami imbau agar warga juga menjaga dan tidak merusak habitat tempat hidup buaya," pungkas Langka.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini