Image

Mahasiswa UNS Raih Medali Emas Dalam Kompetisi Internasional di Bangkok

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 65 1858861 mahasiswa-uns-raih-medali-emas-dalam-kompetisi-internasional-di-bangkok-zGe4burDn7.jpg Foto: Shutterstock

SOLO - Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, berhasil meraih juara pada kompetisi International Trade and Exhibition Center (BITEC) di Bangkok, Thailand.

"Kami berhasil meraih medali emas dan special award dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) sebagai penyelenggara dengan menampilkan alat inovasi teknologi bernama SCRAPER, yaitu Smart Chlorinated Rice Portable Detector berbasis microcontroller ATmega8535 dan Light Dependent Resistor (LDR)," kata salah satu perwakilan UNS Intan Mulia Rahayu di Solo, baru-baru ini.

Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan UNS tersebut mengatakan pembuatan alat SCRAPER dilatarbelakangi oleh maraknya oknum penjual beras curang yang sengaja menambahkan khlorin atau pemutih pada beras yang berkualitas rendah supaya beras terlihat putih bersih seperti berkualitas super sehingga disukai konsumen.

"Selama ini masyarakat terutama ibu rumah tangga ketika membeli beras susah membedakan beras mana yang mengandung pemutih dan yang tidak," katanya.

Ia mengatakan kandungan khlorin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Menurut dia, khlorin dapat merusak sel-sel darah, mengganggu fungsi hati, atau menyebabkan sakit liver, dan dapat merusak sistem pernafasan bila penggunaan khlorin mencapai 3-5 ppm dalam beras.

"Bahkan jika dosis lebih dari 30ppm bisa menyebabkan kematian. Kami berharap alat inovasi kami dapat bermanfaat untuk masyarakat sebagai upaya pencegahan konsumsi beras mengandung pemutih. Selain itu, kami berharap alat inovasi SCRAPER ini dapat membantu pemerintah dalam inspeksi penjual beras di pasar," katanya.

Ia mengatakan untuk mendapatkan medali emas tersebut timnya harus mempresentasikan inovasinya di depan para juri yang secara bergantian mendatangi masing-masing booth para peserta lomba.

"Hasilnya kami berhasil memperoleh dua penghargaan, yaitu medali emas dan special award," katanya.

Sementara itu, kompetisi tersebut diikuti oleh 24 negara, yaitu Kanada, Tiongkok, Mesir, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Lebanon, Makau, Malaysia, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Sri Langka, Taiwan, Uni Emirate Arab, Inggris, Vietnam, dan Thailand. Selain Intan, perwakilan dari UNS yaitu Kevin Ikhwan Muhammad dari Fakultas Teknik Kimia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini