nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan KPK untuk Peserta Pilkada : Proses Demokrasi Harus Bebas dari Korupsi!

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 11:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859370 pesan-kpk-untuk-peserta-pilkada-proses-demokrasi-harus-bebas-dari-korupsi-Gex9uxlKeo.JPG Juru Bicara KPK Febridiansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan pesan kepada seluruh calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada serentak 2018. Pesannya tersebut yakni, agar para calon kepala daerah dapat bersaing sehat dan bebas dari pratik-praktik korupsi.

Sebab, Pilkada serentak merupakan salah satu cara dalam pencapaian nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, KPK berharap proses demokrasi yang sedang bergulir di Indonesia saat ini, dapat diselenggarakan secara adil tanpa harus dikotori dengan perilaku koruptif.

"Yang pasti kita berharap, ada pesan untuk peserta Pilkada bahwa proses demokrasi ini harus bebas dari korupsi,"‎ kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (14/2/2018).

Lembaga antirasuah juga sedang menyoroti perilaku transaksional ‎para pejabat daerah yang ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2018. Sebab, perilaku transaksional terebut berpotensi merusak nilai-nilai demokrasi dalam Pilkada.

"KPK tidak fokus pada seseorang calon, tapi pada perilaku transaksionalnya yang membuat pilada tidak berkualitas iya," kata Wakil Ketua KPK, ‎Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Selasa (13/2/2018).

Diketahui sebelumnya, terdapat dua pejabat daerah yang dicokok KPK dalam kegiatan Operasi Tangap Tangan (OTT) pada awal tahun 2018. Kedu‎a pejabat daerah tersebut yakni, Bupati Jombang asal Partai Golkar, Nyono Suharli Wihandoko dan Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae.

Keduanya ditangkap oleh KPK karena diduga ‎melakukan tindak pidana korupsi. Tak hanya itu, keduanya juga diduga melakukan korupsi untuk maju di Pilkada 2018 karena ongkos untuk maju menjadi pejabat daerah lagi cukup mahal.

Terakhir, Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih ditangkap tangan oleh KPK di rumah dinasnya pada malam tadi. Politikus Golkar terebut diduga menerima suap terkait pengurusan perizinan di wilayahnya.

‎Padahal, Imas sudah terdaftar di KPUD sebagai calon Bupati petahana yang akan maju di Pilbup Subang didampingi oleh Sutarno sebagai wakilnya. Pasangan tersebut sudah mendapatkan nomor urut dua dan diusung koalisi Partai Golkar dan PKB.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini