Image

Jokowi Harap Program Padat Karya Naikkan Daya Beli di Masyarakat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 15:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859532 jokowi-harap-program-padat-karya-naikkan-daya-beli-di-masyarakat-ZojskOkjBY.jpg Jokowi saat di Maluku (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Program padat karya tunai digulirkan pemerintah guna meningkatkan daya beli masyarakat melalui keterlibatan warga setempat dalam program tersebut.

"Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik," kata Jokowi dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Rabu (14/2/2018).

Pembangunan irigasi di desa tersebut merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek tersebut mampu menghasilkan lapangan kerja dengan mampu menyerap sekira 120 warga setempat.

Dengan cara yang sangat produktif ini, sambung Jokowi, pemerintah ingin melakukan perbaikan jalan-jalan produksi dari sawah ke sawah dan irigasi di sawah.

"Sehingga banyak manfaat dari program padat karya tunai," urainya

Program padat karya tunai yang ditinjau Kepala Negara ini dilakukan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff. Program ini dilakukan dengan pembangunan jalan produksi sepanjang 1.095 meter, dengan anggaran mencapai Rp600 juta dan berlangsung selama tiga bulan.

Selain itu, pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer dengan nilai Rp1,35 miliar dan dikerjakan selama 50 hari.

Jokowi juga menyempatkan diri meninjau proyek pembangunan yang didanai oleh program padat karya di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Di sana, program ini dilakukan dengan pembangunan jalan lingkungan dan penerangan jalan serta drainase dengan melibatkan sedikitnya 160 warga setempat.

Kepala Negara menyebut bahwa program padat karya ini akan terus dilanjutkan. Hal itu dilakukan selain untuk membuka lapangan kerja di pedesaan, juga agar perputaran uang di masyarakat semakin meningkat.

"Yang melakukan ini nantinya tidak hanya Kementerian PU dan Desa, yang lain juga sama. Kementerian Perhubungan nanti dilakukan sebagian dengan padat karya tunai. Kementerian BUMN juga," terangnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini