Mendagri Terpukul, Sedih dan Prihatin atas Rentetan OTT Kepala Daerah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859641 mendagri-terpukul-sedih-dan-prihatin-atas-rentetan-ott-kepala-daerah-LwdIgGuAqA.jpg Mendagri, Tjahjo Kumolo.

JAKARTA - Maraknya kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terpukul, sedih dan prihatin. Pasalnya, kejadian ini terus berulang.

"Dengan banyaknya OTT saya merasa terpukul, juga sedih dan prihatin," ujar Tjahjo kepada wartawan, Rabu (14/2/2018).

Tjahjo berujar, kepala daerah seharusnya menjadi mitra Kemendagri dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. "Harusnya Mendagri dan kepala daerah paham akan area rawan korupsi yang setiap saat kita lengah pada godaan pasti terjerat," jelas Tjahjo.

Lebih lanjut ia mengatakan, kepala daerah yang ditangkap sebaiknya bersikap kooperatif kepada penyidik. Namun tetap ia mengingatkan agar semua pihak menghormati azas praduga tidak bersalah. "KPK dalam fungsi pencegahan sudah selalu mengingatkan juga pada Kemendagri, Pemda kabupaten/kota sampai desa (agar tidak korupsi)," imbuh Tjahjo.

(Baca juga: Bupati Subang Diduga Terima Suap Perizinan Lahan untuk Perusahaan)

Sekadar informasi, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menangkap Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih di rumah dinasnya pada Selasa, 13 Februari 2018 malam. Dia ditangkap bersama tujuh orang lainnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang itu diduga menerima suap terkait pengurusan perizinan lahan untuk perusahaan. Dari OTT tersebut, KPK menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga suap untuk mengurus lahan perizinan di Subang.

Imas merupakan Bupati Subang kedua yang ditangkap tangan oleh KPK setelah Ojang Sohandi. Sebelumnya, Ojang ditangkap oleh KPK pada 2016, silam. Posisi Ojang sebagai Bupati pun digantikan oleh Imas yang merupakan wakilnya.

Sebelum Imas, KPK terlebih dulu melakukan OTT terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Bupati Ngada Marianus Sae.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini