KPK Kecewa 3 Kepala Daerah Tersandung Kasus Dugaan Suap untuk Modal Kampanye

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859772 kpk-kecewa-3-kepala-daerah-tersandung-kasus-dugaan-suap-untuk-modal-kampanye-5jnWHFHgnI.jpg Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kecewa masih ada kepala daerah yang kembali ditangkap tangan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. ‎Total, ada tiga kepala daerah pada awal 2018 yang ditangkap tangan oleh KPK.

Ketiga kepala daerah tersebut adalah Bupati Jombang asal Golkar, Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae, dan terakhir Bupati Subang, Jawa Barat asal Golkar, Imas Aryumningsih.

"Sekali lagi, KPK menyesalkan peristiwa dugaan suap terhadap kepala daerah yang masih terus berulang. Bahkan, ‎ada tiga peristiwa tangkap tangan di tahun 2018 ini," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Terlebih, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK dalam kurun waktu satu bulan mendekati Pilkada 2018. Parahnya lagi, uang suap yang diterima para Bupati tersebut diduga akan digunakan untuk modal kampanye maju lagi di Pilkada 2018.

"KPK menemukan uang suap tersebut digunakan salah satunya untuk mendanai kebutuhan atau kegiatan kampanye para petahana yang mencalonkan diri kembali di pilkada serentak," terangnya.

(Baca Juga: KPK Segel Ruang Kerja Bupati Subang hingga Kendaraan Milik Karyawan)

Oleh karena itu, Basaria kembali mengimbau seluruh kepala daerah yang akan maju lagi di Pilkada serentak agar mengikuti kontestasi politik tersebut secara adil dan bersih dari praktik-praktik korupsi.

(Baca Juga: KPK Duga Uang Suap Bupati Subang untuk Modal Kampanye)

"KPK terus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah khususnya yang mengikuti kontestasi pilkada agar menghentikan praktik kutipan atau pungli dalam perizinan untuk kepentingan membiayai kampanye," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini