Dishub Tolak Rekomendasi Ditlantas soal Jalan Jatibaru Tanah Abang

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 19:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 338 1859665 dishub-tolak-rekomendasi-ditlantas-soal-jalan-jatibaru-tanah-abang-HApsg5SAOr.jpg Tenda PKL Tanah Abang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko mengatakan, belum bisa mengakomodir enam rekomendasi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya salah satunya mengenai pembukaan kembali Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Ya untuk saat ini kebijakan pembukaan kembali option tersebut. Kita belum bisa akomodir dan ini sudah kita sampaikan juga ke Dirlantas," kata Sigit di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/02/2018).

(Baca Juga: Wagub DKI Akan Beberkan Penataan Tanah Abang)

Sigit menjelaskan, rekomendasi Ditlantas merupakan saran yang harus diapresiasi, meski begitu katanya penutupan jalur tersebut merupakan langkah awal Pemprov DKI dalam membangun kawasan Tanah Abang secara utuh.

"Yang sekarang dilakukan di kawasan Tanah Abang adalah satu bentuk rekayasa yang harus diambil Pemprov sebagai langkah awal untuk bagaimana membangun kawasan Tanah Abang secara keutuhan," ujarnya.

Adapun enam rekomendasi yang diajukan Ditlantas Polda Metro Jaya yakni:

1. Dalam membuat suatu kebijakan yang akan berdampak kepada masalah keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran agar Polri dilibatkan dari awal perencanaan.

2. Penggunaan jalan untuk penyelenggaraan diluar fungsi jalan harus dikoordinasikan guna mendapatkan izin dari Polri.

3. Penempatan PKL pada lokasi yang laik dan tidak melanggar peraturan undang-undang yang berlaku.

4. Melakukan evaluasi dan pengkabian yang lebih komprehensif baik dari aspek sosial, ekonomi maupun hukum. (Baca Juga: Wagub DKI Terus Tampung Aspirasi Warga soal Penutupan Jalan Jati Baru)

5. Meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum yang dapat diakses menuju perbelanjaan.

6. Mengembalikan dan mengoptimalkan kembali fungsi jalan untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini