nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

182 Desa di Kalimantan Barat Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Ade Putra, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 340 1859454 182-desa-di-kalimantan-barat-rawan-kebakaran-hutan-dan-lahan-ZSMDQcmjI1.jpg foto: Illustrasi Okezone

PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai marak terjadi di Kalimantan Barat, sejak sepekan ini. Berdasarkan data Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, sekitar 2.000 desa yang ada di sana, terdapat 182 desa yang saat ini sedang dipantau dalam mobilisasi rawan karhutla.

“Jadi diharapkan bantuan dari Polri untuk mengupayakan preemtif dan preventif terhadap karhutla,” kata Kepala BPBD Kalbar, Drs TTA Nyarong dalam rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan karhutla bersama TNI Polri dan stakeholder di Polda Kalbar, Rabu (14/2/2018).

Nyarong menjelaskan, bahwa pada 2015, angka titik api (hot spot) yang ditemukan di Kalbar sangat tinggi. Kemudian mengalami penurunan pada 2016 dan penurunan yang sangat drastis pada 2017. Untuk itu, dia mengajak sebelum berdampak lebih jauh, ada baiknya aplikasi atau cara yang telah dijalankan dari tahun lalu dapat dikembangkan pada 2018 ini.

“Diharapkan pada tahun ini, Polri, TNI maupun unsur yang terlibat dalam menangani karhutla bersama harus meningkatkan inventarisir lokasi-lokasi rawan karhutla. Contohnya dapat dibangunnya embung dan kanal atau parit-parit guna mendukung penanggulangan karhutla," ujar Nyarong.

 (Baca juga: Dua Sekolah Terdampak Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan, Pelajar Dipulangkan Lebih Awal)

Sementara itu, menurut Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, permasalahan karhutla bukan masalah baru. Apalagi saat ini akan menghadapi kemarau panjang. Maka dari itu, ia meminta semua pihak bersama-sama bekerjasama untuk mencegah dan mengatasi karhutla.

"Karena asap yang ditimbulkan sangat berdampak buruk bagi kesehatan seperti mengidap penyakit ISPA ataupun menyerang fungsi otak,” ujar Didi.

 (Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Ibu Kota Kalimantan Barat, 20 Hektare Lahan Gambut Terbakar)

Sebagai pucuk pimpinan Polri di Kalbar, ia menekankan kepada perpanjangan tangan Polri yakni Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing daerah untuk gencar mensosialisasikan peraturan hukum kepada warga yang melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sembarangan. Kepada Babinsa, perpanjangan tangan TNI, Didi juga berharap demikian.

"Untuk mengantisipasi karhutla, upayakan pola pencegahan daripada penanganan. Dan, sampaikan kepada masyarakat, pelaku pembakar hutan selain dapat dijadikan tersangka di negara kita, juga dapat dituntut oleh negara tetangga karena menimbulkan efek asap yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan,” tegas Didi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini