Image

Ratusan Polisi "Bentrok" dengan Massa Pendukung Paslon di Papua

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 23:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 340 1859755 ratusan-polisi-bentrok-dengan-massa-pendukung-paslon-di-papua-u3HnLmnPh7.jpg Simulasi pengamanan Pilkada di Papua. (Foto: Edy S/Okezone)

JAYAPURA - Ratusan pasukan gabungan TNI/Polri terlibat bentrok dengan ratusan massa salah satu pendukung pasangan calon Gubernur Papua, Rabu (14/2/2018).

Bentrok yang terjadi akibat adanya ketidakpuasan salah satu pasangan calon atas kinerja KPU dan adanya isu yang menyudutkan salah satu pasangan calon di media sosial. Ratusan massa yang tidak terima hendak berunjuk rasa ke kantor KPU Papua.

Aparat Kepolisian yang telah siaga di depan kantor KPU langsung berupaya menghalau massa. Namun masa semakin beringas hingga sekitar lima peleton Polres Jayapura bersama Polda Papua turun tangan. Tak mampu menghalau, Polres Jayapura kemudian meminta bekap Pasukan Huru Hara (PHH) Bromob Polda Papua.

Massa yang beringas berhasil dipukul mundur. Anjing pelacak dan water cannon dikerahkan untuk memukul mundur massa. Tak ketinggalan, petugas juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi masa yang masih berkumpul.

(Baca juga: Ribuan Pasukan Gabungan Bakal Amankan Pilkada Papua)

Aksi massa pendukung berlanjut dengan penculikan ketua KPU oleh kelompok bersenjata. Tim Antiteror Brimob Polda Papua bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan para penyandera. Termasuk melumpuhkan satu orang teroris yang melengkapi bom di badannya melalui tim sniper yang telah bersiaga di atas mobil. Ketua KPU berhasil meloloskan diri, namun teroris berhasil meledakkan diri.

Aksi bentrok dan penanganan yang dilakukan tersebut merupakan rangkaian simulasi Pengamanan Pilkada di Papua. Selain TNI, Polri dilibatkan pula pihak Satpol PP Provinsi Papua, dan mobil Pemadam Kebakaran.

Kepolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut, simulasi tersebut adalah bentuk kesiapan Polri dalam melakukan pengamanan Pilkada di Papua Juni mendatang.

"Jadi intinya TNI-Polri siap mengamankan Pilkada di Papua. Selain ini, nanti Maret kita akan lakukan simulasi atau latihan pembantuan TNI untuk Polri, itu dilakukan di Kolam XVII Cenderawasih, dan April akan dilakukan juga latihan yang lebih spesifik, melihat hakekat ancaman yang dihadapi,"kata Rafli Amar.

Ditegaskan Kapolda, dalam penanganan pilkada, aparat tidak dibekali peluru tajam namun hanya peluru karet. "Peluru tajam hanya dibawa komandannya saja, sementara anggotanya hanya diisi peluru karet. Itupun tidak untuk target terbidik," kata Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan, penanganan massa menggunakan gas air mata. Kapolda meminta jika massa sudah bubar dan pulang ke rumah, maka tidak perlu dikejar.

"Tidak perlu dikejar sampai ke rumah-rumah atau ke kampung-kampung, kecuali yang dinilai provokator atau oknum penganiaya. Kita kedepankan humanis dan simpatik," tegasnya.

Jalannya simulasi yang digelar di Lapangan Mako Bromob Polda Papua menjadi tontonan warga sekitar. Meski hanya lewat tembok pembatas Mako, nampak warga cukup banyak dan sempat menganggu arus lalu lintas sekitar Mako.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini