nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PWNU Minta Tim Sukses Hindari Isu SARA dan Money Politik di Pilgub Jatim

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 01:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 519 1859224 pwnu-minta-tim-sukses-hindari-isu-sara-dan-money-politik-di-pilgub-jatim-0jSRoZkOKe.jpeg Ilustrasi (dok. Okezone)

SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta tim sukses dari masing-masing pasangan calon (paslon) agar menghindari isu sukua, agama, ras dan antar golongan (SARA)  dan money politik ketika berkampanye. Pasalnya itu tidak mendidik masyarakat.

Selain itu, PWNU juga meminta kepada masyarakat supaya menggunakan hak pilihnya secara efektif dan bertanggung jawab. Jangan sampai tidak memilih atau golput. Sebab golput merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai jasa para pendiri bangsa.

Ini yang termasuk didalamnya adalah ulama-ulama dan Kiai-kiai sepuh. Hal tersebut disampaikan Ketua PWNU Jatim, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, di gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar No. 9 Surabaya, Selasa 13 Februari 2018.

"PWNU berharap kepada semua tim sukses dalam mencari suara dan simpati masyarakat hendaknya berhati-hati. Karena masyarakat sangat sensitif. Hindari isu SARA hindari money politik, karena itu sama sekali tidak mendidik," terang Kiai Mutawakkil.

 (Baca: Nomor Urut Pilgub Jatim, Khofifah-Emil 1 dan Gus Ipul-Puti 2)

Berilah masyarakat, sambungnya, harapan-harapan untuk memilih pemimpin baru dalam berbagai aspek kebutuhan masyarakat. Disamping itu, PWNU berharap kepada masyarakat menggunakan hak pilihnya secara efektif dan bertanggung jawab.

“Khusus untuk warga NU kita mengharuskan kepada seluruh pengurus NU agar mengarahkan warganya untuk menggunakan hak pilihnya secara efektif dan bertanggung jawab. Jangan sampai tidak memilih atau golput," ungkapnya.

Ia menambahkan, PWNU akan menjaga netralitas dan khittah NU dalam pilkada. Sehinga PWNU Jatim mengundang tim sukses dari masing-masing paslon hari ini. Tetapi mereka tidak hadir karena bertepatan dengan pengundian nomor urut yang digelar KPU Jatim.

“Yang jelas sudah saya sampaikan kepada mereka. Jawabannya adalah jika keduanya diterima harus diterima semua, jika ditolak ya ditolak semua. Karenanya kami memutuskan untuk mengundang kedua tim sukses dari pasangan calon tersebut," ucapnya.

Langkah ini sebagai sikap tegas NU untuk menjaga netralitas dalam persoalan politik praktis. PWNU sengaja mengundang tim sukses untuk sharing, agar pelaksanaan Pilkada di Jatim ini berjalan kondusif, dan tidak saling bermusuhan.

 (Baca juga: Dana Kampanye Pilgub Jatim Maksimal Rp416 Miliar)

Pilgub Jatim 2018 sendiri diikuti dua paslon yang sama-sama kader NU terbaik. Pertama pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak. Sementara pasangan kedua Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini