Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online Bertarif Rp1 Juta di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 00:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 519 1859785 polisi-bongkar-praktik-prostitusi-online-bertarif-rp1-juta-di-surabaya-LCATMEDqcK.jpg ilustrasi (dok okezone)

SURABAYA – Anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jatim membongkar praktik prostitusi online. Dalam kasus ini, polisi menangkap empat orang tersangka yang berperan sebagai mucikari.

Keempat tersangka masing-masing berinisial IR (19), warga Jalan Pamekar, Bandung; GG (26) warga Kampung Jaya Mekar, Cempelas, Bandung; ANY (23) warga Babakan, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Bandung. Terakhir, FQ (24) warga asal Bandung.

Selain itu, petugas mengamankan 8 wanita dengan status sebagai saksi. Dua cewek di antaranya masih di bawah umur yang berusia 16 dan 17 tahun. Para wanita ini sengaja didatangkan dari Bandung ke Surabaya untuk melayani lelaki hidung belang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan, menjelaskan para mucikari menawarkan para wanita melalui media sosial yakni Twitter. Adapun tarif yang dipatok seharga Rp1 juta untuk sekali kencan.

"Mucikari mendapat bagian 50 persen dari harga tersebut. Para wanita memang sengaja didatangkan dari Bandung ke sini. Praktik ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu," terang Rudi, Rabu (14/2/2018).

Dari tangan para tersangka, sambung Rudi, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti 8 unit handphone, 2 tube V-gel, 1 kondom bekas pakai, 5 kondom baru merek durex, dan uang tunai Rp 1,6 juta, tiket pesawat Bandung-Surabaya.

"Awalnya petugas menyelidiki postingan layanan seksual pada akun Twitter yang khusus datang dari Bandung. Saat diselidiki diketahui ada transaksi pada sebuah hotel di Jalan Diponegoro," ucapnya.

Ketika dilakukan penggerebekan, polisi mengamankan satu pria dan dua perempuan (threesome) di kamar hotel, serta dua mucikari GG dan ANY. Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua mucikari lainnya yakni IR dan FQ di apartemen.

Di samping itu, polisi juga mengamankan para korban yang dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang. Tetapi dua wanita di antaranya merupakan anak dibawah umur. Di apartemen tersebut juga disiapkan sebuah kamar khusus untuk melayani tamu.

"Para tersangka akan dijerat dengan pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan Pasal 17 di Undang undang yang sama tentang eksploitasi anak secara ekonomi dan seksual. Mereka terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara," tandas Kapolrestabes.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini