Image

PNS Subang Shock Bupati Ditangkap, Kantor Pemkab Sepi

Mulyana, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 525 1859352 pns-subang-shock-bupati-ditangkap-kantor-pemkab-sepi-hZ5fsIG0uZ.jpg Kantor Pemkab Subang (Foto: Okezone)

SUBANG - Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, suasana di Pemkab tampak sepi dari aktifitas para pegawai.

Bahkan dari pantauan Okezone di lokasi, beberapa ruangan tampak terlihat tak berpenghuni. Kondisi seperti ini, seperti yang terlihat di kantor Bupati. Ruangan kantor tiga petinggi pemkab itu, juga tampak sepi dari aktifitas pegawai. Tak terlihat satu pun pegawai yang biasanya lalu-lalang di ruangan tersebut.

Sepinya aktifitas pelayanan Pemkab Subang ini, diduga karena para karyawan shock atas penangkapan Bupati Subang oleh KPK.

 (Baca: KPK Tangkap Tangan Bupati Subang)

Tak hanya di gedung yang menjadi kantor bupati, suasa sepi pun telihat hampir di seluruh perkantoran yang ada di lingkungan Pemkab Subang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun pejabat terkait dilingkungan pemkab yang bisa dimintai keterangan soal OTT ini.

"Tapi kami pastikan, pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan dan tidak terganggu hal tersebut. Soal OTT, itu saya belum tahu, " ujar Asisten Daerah (Asda) II, Setda Pemkab Subang, Komir Bastaman kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/2/2018).

Sementara itu, dari informasi yang beredar, lembaga anti rasuah ini dikabarkan melakukan OTT tSubangp sejumlah petinggi di pemerintahan Subang.

 (Baca: Harta kekayaan Bupati Subang Rp50,9 Miliar)

Dalam OTT yang berlangsung Selasa (13/2) sekitar pukul 21.30 WIB itu, kabarnya ada tiga orang yang diamankan petugas KPK. Yakni, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Sekretariat Daerah (Sekda) HM Abdurakhman, dan seorang warga bernama Darta. Adapun OTT ini diduga berkaitan dengan pemulusan perizinan.

Selanjutnya, ketiga orang yang terkena OTT ini langsung dibawa petugas KPK menuju Jakarta. Hingga kini, belum diketahui pasti nilai transaksi suap yang menjerat bupati perempuan itu.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini