Image

Hancur Akibat Gempa, Kampus di Aceh Ini Akan Dibangun Kembali

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 65 1859609 hancur-akibat-gempa-kampus-di-aceh-ini-akan-dibangun-kembali-FOaZNgpNYJ.jpg Foto: Istimewa

PIDIE JAYA – Sebagian besar bangunan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Desa Gampoeng Baru, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hancur setelah diguncang gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang menimpa kawasan tersebut 7 Desember 2016 lalu. Akibatnya, pembangunan terpaksa dihentikan dan kampus tersebut gagal beroperasi tepat waktu.

Lebih dari satu tahun kemudian, bangunan kampus yang awalnya sudah selesai sekira 80 persen itu, akan kembali dibangun. Pembangunan kampus akan dibiayai dari donasi Yayasan Budha Tzu Chi senilai Rp25 miliar.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, Mujianto mengatakan, bantuan pembangunan kampus tersebut merupakan sumbangan dari sekira 18.000 donatur Buddha Tzu Chi di Sumatera Utara. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan pembangunan kampus tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 tahun dan 3 bulan.

“Kita harap pembangunannya nanti dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga dapat segera digunakan oleh masyarakat,” kata Mujianto, baru-baru ini.

Mujianto mengungkapkan diharapkan dengan adanya Kampus AKN ini bisa menghasilkan generasi muda di Pidie Jaya yang terampil dan berguna bagi nusa dan bangsa. "Harapan kita agar masa depan anak-anak kita bisa lebih baik dan bisa berguna bagi NKRI," tukasnya.

Mujianto menceritakan bahwa 7 Desember 2016 lalu Pidie Jaya diguncang gempa dan Relawan Buddha Tzu Chi datang ke Pidie Jaya untuk memberikan bantuan. Tiba di lokasi ini kita melihat bahwa sebagian Kampus AKN ini sudah hancur akibat gempa sehingga kita mempunyai niat untuk membangun kembali Kampus AKN ini.

Sementara itu Bupati Pidie Jaya H Aiyub Abbas mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan untuk membangun kembali Kampus AKN ini. Semoga kampus ini bisa menjadikan anak-anak muda di Pidie Jaya menjadi generasi yang siap pakai dan handal sehingga bisa memujudkan pembangunan di Pidie Jaya.

Abbas yang ketika itu didampingi oleh Wakil Bupati Said Mulyadi menyebutkan untuk tahap pertama AKN akan membuka program Politeknik Pertanian, Peternakan dan Perikanan serta selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Pidie Jaya.

“Pembangunan kembali AKN Pidie Jaya ini merupakan mimpi saya sebelum menjadi bupati. Dahulu sebelum memnjadi bubati saya melewati perbukitan ini dan timbul niat saya untuk membangun lokasi di perbukitan ini menjadi tempat akademik atau pendidikan. Namun setelah pembangunan berjalan 80 persen tiba-tiba gempa datang dan sebagian gedung hancur rata dengan tanah," tuturnya.

Abbas menjelaskan kampus ini di bangun diatas tanah seluas 42 hektar yang akan dilengkapi dengan failitas penunjang sehingga bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan di AKN ke depannya.

Sementara Wakil Bupati Said Mulyadi menyampaikan Pemkab Pidie Jaya melalui APBD sudah menganggarkan dana untuk menunjung operasional Kampus AKN Pidie Jaya ini sehingga tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa baru.

Hal senada juga diungkapkan Konsultan pembangunan Kampus AKN Safwan yang menyebutkan bahwa Kampus AKN tahun ini akan menerima dua angkatan yang ditampung dalam enam kelas. Fasilitas pertama yang akan dibangun sebut Safwan adalah gedung administrasi, ruang praktik, ruang belajar, ruang laboratorium, ruang pertemuan serta ruang rektorat.

"Ditail Enginering Desain (DED) Kampus AKN ini merupakan sumbangan dari Arsitektur Universitas Syah Kuala (Unsyiah) sebagai bukti peran Unsyiah ikut memberikan bantuan bagi pendidikan di wilayah Aceh,” tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini