Image

Diduga Ada Korupsi, KPK Datangi Kampus Unsrat

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 65 1859624 diduga-ada-korupsi-kpk-datangi-kampus-unsrat-UIhraz9oI4.jpg Foto: Subhan Sabu/Okezone

MANADO - Empat orang tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Kedatangan KPK tersebut guna melakukan pemeriksaan atas adanya kelebihan pembayaran hasil audit BPK tahun anggaran 2015 yang menyebabkan kerugian negara sekira Rp10 miliar.

Sekira delapan jam, tim KPK berada di ruangan Rektor Unsrat Ellen Kumaat guna melakukan sinkronisasi data. Juru Bicara Unsrat Hesky Kolibu mengatakan bahwa kedatangan KPK guna mengklarifikasi laporan masyarakat tentang kelebihan bayar hasil audit BPK tahun anggaran 2015.

"Mereka masih melakukan sinkronisasi data, tapi menunggu apa yang mereka akan lakukan," ujar Hesky, baru-baru ini.

Menurut Hesky, KPK hanya melakukan pemeriksaan dokumen sesuai dengan laporan yang mereka terima dan membantah adanya pemeriksaan terhadap Rektor Unsrat. Rektor Unsrat sendiri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK hanya terkait laporan hasil audir BPK.

"Itu yang akan ditelisik lagi," ujar Rektor Unsrat Ellen Kumaat.

Di tempat berbeda, Dekan Fakultas Pertanian Unsrat, Jantje Pelealu mengatakan bahwa ada dugaan manipulasi dan korupsi model baru yang terjadi di unsrat.

"Ada dosen, pegawai, dan mahasiswa yang tidak pernah menerima uang tersebut justru dikenakan TGR, termasuk termasuk cleaning service," jelasnya.

Bahkan menurut Jantje, dirinya juga mendapat TGR dan harus mengembalikan uang sekira Rp23 juta, padahal uang yang masuk direkeningnya hanya sekira Rp3 juta.

"Saya memang belum tanda tangan surat pernyataan, karena kalau saya buat surat pernyataan berarti saya bersedia mengganti," pungkasnya

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini