Image

Bertemu Keluarga Veteran, Mensos Minta Generasi Muda Contoh Semangat Pahlawan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 01:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 337 1859804 bertemu-keluarga-veteran-mensos-minta-generasi-muda-contoh-semangat-pahlawan-mIMSl149S2.jpg

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham berharap generasi muda bisa mencontoh semangat para pahlawan terdahulu yang berjuang merebut kemerdekaan untuk membangun bangsa yang lebih baik saat ini.

"Jadikan sejarah dan kisah heroik itu sebagai motivasi dan inspirasi untuk membangun bangsa. Kita bicara sejarah, berarti bicara masa depan. Dan terpenting, Indonesia maju harus tetap menjunjung karakter orisinil bangsa ini," kata Idrus saat bertemu Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) di Taman Makam Nasional Kalibata, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, generasi muda pun harus dapat menjadi inspirator bangsa pada masa kini. Tak hanya itu, bagi Idrus hal tersebut juga selaras dengan program utama dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yakni revolusi mental.

Disisi lain, Idrus berpandangam bahwa ada kesalahan dalam memahami sejarah bangsa serta memaknai semangat patriotik para pahlawan yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan bangsa.

"Selama ini kita memandang sejarah seolah membaca buku catatan masa lalu saja. Kita melihat pahlawan hanya melalui foto yang terpampang saja tanpa berusaha memaknai lebih dalam apa esensi dari perjuangan itu sendiri," papar Idrus

Idrus menekankan, harus ada reaktualisasi mengenai pandangan terhadap makna sejarah itu sendiri. Jika sebelumnya sejarah dipandang sebagai masa lalu, Idrus mengajak masyarakat untuk memaknai sejarah untuk masa depan.

"Bahwa kemerdekaan dicapai dengan cara yang tidak mudah. Sama juga membangun bangsa, jika tidak bersungguh-sungguh dalam menerapkan motivasi ideologis," ujar dia.

Idrus mengingatkan, dalam memaknai sejarah harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Seperti misalnya kemerdekaan, dimana harus lebih dilihat proses mencapai kemerdekaan itu sendiri, bukan hasilnya.

"Sekali lagi, jika perjuangan kita tidak didasarkan nilai dan ideologi dan dilakukan secara pragmatis, maka yang timbul adalah sikap pragmatis serta munculnya berbagai tindakan negatif seperti menyebar hoax, fitnah serta bermain SARA," tutur dia.

Sementara itu, Lily Wahid selaku Ketua Bidang Organisasi IKPNI menambahkan, diskusi tersebut selain dihadiri keluarga pahlawan juga ratusan mahasiswa dan siswa.

"Tujuan diskusi ini untuk mengubah pandangan masyarakat mengenai esensi sejarah itu sendiri. Bahwa selama ini sejarah hanya dijadikan sebagai cerita masalalu. Padahal, kemajuan bangsa ini bisa dicapai dengan mengilhami semangat para pahlawan dan pendiri bangsa," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini