Image

Gerakan Sayap Perindo Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Tokoh Agama

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 20:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 337 1860286 gerakan-sayap-perindo-minta-polisi-usut-tuntas-pelaku-penganiayaan-tokoh-agama-d7uBPqmiyu.jpg Organisasi sayap Perindo (Foto: Rizky/Okezone)


JAKARTA - Maraknya penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama belakangan menjadi perhatian publik. Banyak yang menduga penyerangan tersebut berkaitan dengan jelang tahun politik yang akan di gelar 2018 dan 2019 mendatang.

Menyikapi kondisi itu dua sayap Partai Perindo yakni Gerakan Kasih Indonesja (Gerkindo) dan Majelis Dzikir Al-Ittihad menggelar konfrensi pers bertajuk 'Kerukunan Antar Umat Beragama Untuk Indonesia Damai di Tahun Politik'.

Wakil Sekretaris Jendral Partai Perindo Bidang Kegamaan, Perkasa Alam menuturkan, peristiwa yang belakangan banyak terjadi menyerang para tokoh agama tidak dibenarkan. Untuk itu hal ini kata Dia harus disikapi secara serius oleh semua pihak khususnya aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Kejadian (penyerangan terhadap tokoh agama) tadi di beberapa tempat tentu harus dicari sampai ke akarnya, karena ini bukan main-main," kata Alam saat dialog di Bakoel Coffie Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (15/02/2018).

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi secara masiv dan terstruktur karena banyak melibatkan tokoh agama ada biksu, tokoh kristen dan ustaz di Jawa Barat turut menjadi korban. Untuk itu kami memohon kepada aparat untuk menuntaskan ini dengan segera. "Ini bisa menimbulkan prasangka buruk maka yang harus bisa menyikapi pihak keamanan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerkindo Efraim Yerry Tawalujan menilai, peristiwa yang terjadi bukan cerminan bangsa Indonesia. Karena bangsa ini bangsa yang cinta damai hidup rukun dari ratusan tahun sebelumnya. "Kita dari kecil terbiasa hidup berdampingan, saling melindungi, hidup rukun," ungkapnya.

Saat ini tambahnya, kerukunan itu sudah kondusif nanun sayang ada pihak tertentu memakai alasan agama sebagai tunggangan masuk keranah politik. "Ini yang harus kita jaga jangan sampai agama jadi kuda troya untuk kepentingan politik sesaat," tuturnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini