Image

Pernyataan Sikap Gerkindo dan Majelis Dzikir Perindo Terkait Penyerangan Tokoh Agama

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 22:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 337 1860340 pernyataan-sikap-gerkindo-dan-majelis-dzikir-perindo-terkait-penyerangan-tokoh-agama-y3vzsWOr3w.jpg (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Sayap Partai Perindo yakni Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) dan Majelis Dzikir Al-Ittihad memberikan sikap terkait penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama yang meresahkan masyarakat.

Ketua Gerkindo, Efraim Yerry Tawalujan, menilai peristiwa yang belakangan terjadi tersebut bukan cerminan bangsa Indonesia. Menurutnya, sebagai bangsa yang besar masyarakat sejak dulu telah menjaga kerukunan dan toleransi atar agama. Sejak kecil, kata dia, masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan, baik antara agama satu dengan agama lainnya.

(Baca Juga: Gerakan Sayap Perindo Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Tokoh Agama)

Untuk, itu melihat fenomena tersebut pimpinan Gerkindo bersama Majelis Dzikir Al-Ittihad mengeluarkan beberapa pernyataan sikap, seperti berikut ini:

1. Negara Keaatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila ini didirikan oleh seluruh rakyat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan kepercayaan. Oleh karena itu seluruh warga Indonesia apapun suku, agama, dan kepercayaannya wajib dilindungi dan diberikan kebebasan menjalankan agamanya seperti yang dijamin oleh UUD 1945.

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

2. Mendukung langkah-langkah yanh diambil Presiden Jokowi untuk meningkatkan kerukunan umat beragama serta menciptakan suasana kondusif dan aman di tahun politik 2018-2019.

3. Mendesak Polri dan aparat penegak hukum yang berwenang unthk segera menindak tegas para pelaku kekerasan sesuai hukum yang berlaku.

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

4. Menyerukan kepada seluruh partai politik yang berlaga di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dengan memelihara kerukunan beragama lebih dari kepentingan politik sesaat.

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

5. Menyuarakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mudah diadu domba, tetap menjaga persatuan dan kerukunan serta menolak politisasi agama.

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

6. Menyerukan kepada seluruh pemuka agama untuk mempererat tali silaturahmi di antara para pemimpin agama dan memberi teladan kepada umatnya masing-masing bagaimana cara hidup rukun di negara Pancasila.

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini