Image

Di Forum Rektor, Jokowi Minta Universitas Buka Fakultas Kopi

Prayudha, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 00:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 337 1860363 di-forum-rektor-jokowi-minta-universitas-buka-fakultas-kopi-W0D42AYgEx.jpg

MAKASSAR – Salah satu wujud untuk mendongkrak mutu mahasiswa dalam persaingan tak hanya dilihat dari sektor pertumbuhan pengetahuan teknologi, tetapi juga dengan memberdayakan sektor pertanian dan melakukan manajemen yang baik akan menjadi daya saing pengembangan kawasan pertanian.

Hal tersebut menjadi mimpi tersendiri bagi Presiden Jokowi dalam mengembang sektor pertanian. Namun, ada satu terobosan yang ingin didongkra dalam pertanian, khususnya dengan kopi. Ia berencana mendirikan sekaligus mencetuskan fakultas yang hanya melakukan penelitian dan jurusan khusus terhadap hasil kopi.

"Adakah fakultas kopi, jurusannya kopi apa? Kenapa tidak bisa kopi tumbuk ekspreso atau kopi apa saja. Selain itu sektor olahraga kita juga membutuhkan jurusan olahraga. Supaya kita dapat menang dan bersaing. Kenapa olahraga kita tidak dapat bersaing karena manajemennya yang patut diperhatikan," kata Jokowi, dalam forum rektor Indonesia, Kamis, 15 Februari 2018.

Lebih jauh Jokowi menyampaikan agar Rektor di Indonesia membuka fakultas dan jurusan baru yang lebih spesifik ke jurusan pertanian dan perkebunan, seperti kopi, cokelat dan lain-lain.

Akan tetapi selain dengan jurusan tersebut, ia juga mengharapkan kelak ada jurusan lebih detail membahas tentang hasil tanaman coklat. "Fakultas perkebunan dan bisa juga jurusan coklat," katanya lagi.

Sejauh ini ladang di Indonesia memiliki lahan seluas 13 juta hektare sawit, yang harus di manfaatkan sebaik mungkin. "Kawasan industri sawit juga bagus dan kita masih memiliki lahan yang cukup luas untuk fokus mengurus persoalan tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman membeberkan agar sekiranya lebih cepat dan ikut andil dalam keikutsertaan mahasiswa untuk mengambil peran akan persoalan tersebut. “Kita juga mengharapkan adanya aksi yang nyata terhadap persoalan tersebut,” katanya.

"Mahasiswa sebagai agen perubahan harusnya turut andil dalam problem semacam itu. Kita membutuhkan peran aktif mahasiswa dalam merespon hal-hal yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan bangsa," jelasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini