Image

Alasan 'Si Suling' Ajak Anak Kandungnya Ngamen hingga Tergeletak Lemas

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 21:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 338 1860322 alasan-si-suling-ajak-anak-kandungnya-ngamen-hingga-tergeletak-lemas-FuBveDUU8M.JPG (Foto: Ist)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat menuturkan tidak menemukan zat adiktif atau obat antimabuk untuk memperdaya bocah berinisial MU yang tergeletak di sebuah minimarket di kawasan Jalan Haji Agus Salim.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu mengatakan, video pengamen bernama Zafrul alias Si Suling yang sempat menggemparkan warganet bermotif ekonomi dan tidak terbukti memberikan obat kepada anaknya.

"Kesimpulan sementara hasil sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda dia diberi obat tidur," katanya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2018).

Roma melanjutkan, Si Suling juga tidak terbukti menyewa atau menyewakan anak malang tersebut, karena MU merupakan anak kandunngnya sendiri.  "Laki-laki itu ayah kandung. Hasil pemeriksaan sementara, kami tak melihat adanya unsur pidana. Motifnya betul-betul ekonomi," lanjutnya.

(Baca juga: KPAI Apresiasi Polres Metro Jakpus Cepat Tangani Dugaan Eksploitasi Anak)

Diterangkan Roma, dalam pengakuan Si Suling di hadapan penyidik soal alasan dia membawa MU ngamen di jalanan karena istrinya menjaga tiga anaknya yang lain di tempat tinggalnya yang berada di kawasan Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang.

"Tolong dibedakan ketika anak tersebut disewakan, kalau seperti itu ada unsur pidana. Sedangkan ini konteksnya anak itu memang anak kandungnya, motifnya memang ekonomi. Orang tua yang menjaga anaknya sembari mengamen," tambahnya.

Adapun MU yang terlihat lemas tak berdaya diduga bocah kecil itu sakit dan kecapaian lantaran diajak ngamen oleh Si Suling seharian.

Hingga saat ini MU masih diberikan penangan medis di RSCM, yang didampingi oleh pihak PPA Polres Metro Jakarta Pusat, kemudian pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk menangani kasusnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini